Kamis, 30 April 2026

Pembakaran Polsek Nimboran

Marsuki Ambo: Warga Mabuk Sering Lakukan Pemalangan, Baru Kali Ini Lawan Polisi

“Pemalangan sih sering dilakukan kalau sedang mabuk. Tapi, kalau untuk melawan Polisi baru kali ini terjadi,” kata Marsuki Ambo.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Tirza Boyandone
TANGKAPAN LAYAR - Polsek Nimboran Polres Jayapura, dikabarkan di bakar sekelompok warga, Senin (2/8/2021) siang. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Kepala Distrik (Kadistrik) Nimboran Marsuki Ambo mengaku, sudah sering kali oknum pemabuk di Nimboran melakukan pemalangan, namun baru kali ini melawan aparat keamanan.

“Pemalangan sih sering dilakukan kalau sedang mabuk. Tapi, kalau untuk melawan Polisi baru kali ini terjadi,” kata Marsuki dalam keterangan yang diterima Tribun-Papua.com, Senin (2/8/2021) malam.

Dikatakan, akibat melawan Polisi tersebut, kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Nimboran dan rumah dinas Kapolsek Nimboran di Genyem Kota, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, dibakar warga siang harinya.

Baca juga: Kapolda Papua: Pembakaran Polsek Nimboran Berawal dari Orang Mabuk

“Terjadinya pembakaran tersebut juga dipicu karena ada informasi salah satu warga tertembak mati oleh aparat. Padahal warga tersebut tidak mati tetapi dievakuasi ke rumah sakit,” ujarnya.

Untuk kronologis kejadian, kata Marsuki dirinya tak tau persis.

“Saya tidak tahu secara persis apakah tembakan itu mengarah kepada korban atau bagaimana. Saya hanya mendapat laporan dari staf saya di distrik begitu saat di kantor, laporannya sekitar jam 11 siang tadi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, mengatakan pembakaran kantor Polsek Nimboran berawal saat terjadi keributan oleh warga yang dipengaruhi oleh minuman keras (miras).

“Kejadian berawal dari adanya warga mabuk buat keonaran dan melakukan pemalakan, selanjutnya anggota kami mendatangi lokasi,” kata Fakhiri.

Dikatakan, setelah aparat keamanan dalam hal ini pihak Kepolsian tiba dilokasi kejadian warga melakukan perlawanan.

Baca juga: Penerapan PPKM Level 4, Gubenur Lukas Enembe: Papua Ikut Keputusan Pusat

“Karena ada perlawanan dari korban pada anggota, sehingga anggota pun melakukan penembakan peringatan dan mengenai korban. Isu inilah, sampai kepada keluarganya bahwa korban dikatakan meninggal dunia, pada hal masih hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan, korban mengalami luka tembak di bagian kepala dan korban telah di rujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved