Kamis, 7 Mei 2026

Tengah Urus Jenazah Pasien Covid-19, 2 Petugas Pemakaman Dianiaya Warga hingga Babak Belur

Warga melakukan penganiayaan kepada dua orang tim pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Flores Timur, NTT, dianiaya massa, Senin (2/8/2021).

Tayang:
ladbible.com
ILUSTRASI Penganiayaan - Warga melakukan penganiayaan kepada dua orang tim pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Flores Timur, NTT, dianiaya massa, Senin (2/8/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Warga melakukan penganiayaan kepada dua orang tim pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (2/8/2021).

Koordinator Umum Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 Flores Timur, Tarsisius Kopong Pira, mengungkapkan, peristiwa penganiayaan itu bermula saat tim pemakaman mendapat telepon dari Kepala Desa Watotutu, Waimana 1.

Kades saat itu meminta bantuan tim pemakaman menguburkan jenazah warganya yang meninggal dunia karena Covid-19.

Baca juga: Massa Bakar Polsek Nimboran Mengira Ada Warga Tewas Ditembak Aparat, Polisi: Padahal Masih Hidup

Setelah menerima telepon sang kades, tim pemakaman pun turun ke lokasi.

Peristiwa itu terjadi pukul 15.30 WITA, saat hendak melakukan penguburuan jenazah SBP (23) di Desa Watotutu, Waimana 1, Kecamatan Ile Mandiri.

"Saat hendak melakukan penguburan dengan protap Covid-19, warga tiba-tiba melakukan pengeroyokan terhadap petugas. Akibatnya, dua petugas mengalami luka memar. Mereka tidak terima jenazah dikuburkan secara protokol Covid-19. Padahal, jenazah ini sudah diumumkan terpapar corona," ungkap Tarsisius, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin sore.

Ia menyebut, jenazah tersebut merupakan mahasiswa yang kuliah di Malang, Jawa Timur.

Selama sakit, ia dirawat di ruangan isolasi Covid-19 RSUD dr Hendrikus Fernandez. 

Baca juga: Bantah Anak Akidi Tio Jadi Tersangka soal Donasi Rp 2 T, Polda Sumsel: Tidak Ada Prank

Pada Minggu (1/8/2021) pukul 12.31 Wita, keluarga memulangkan paksa pasien dari rumah sakit.

Tak lama sampai ke rumah, pasien pun menghembuskan napas terakhir.

"Keluarga paksa pulangkan saat pasien kritis. Tidak lama, pasien meninggal dengan diagnosa Covid-19. Kami jalankan tugas sesuai permintaan kepala desa, tapi petugas kami malah dianiaya," ujar dia.

Ia bersama dua korban pun melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polres Flores Timur untuk memberi efek jera.

"Kami sudah laporkan biar ada efek jera," ujar dia.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Petugas Pemakaman Dianiaya Warga Saat Menguburkan Jenazah Covid-19"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved