Breaking News:

PPKM Level IV

Dampak PPKM Level 4, Pendapatan Noken Clothing Jayapura Turun 80 Persen

"Sejak pandemi Covid-19 penghasilan turun drastis, sampai 80% bahkan sehari pernah pemasukan hanya Rp.150 ribu," kata Sindi Kristina.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PPKM LEVEL 4 - Admin Sablon Noken Clothing Jayapura Sindi Kristina (20), mengatakan penghasilan usaha pakaian di Distrik Abepura itu, turun 80% akibat PPKM Level 4 saat masa pandemi Covid-19, Rabu (4/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Akibat dari Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Jayapura, pendapatan outlet pakaian Noken Clothing Jayapura turun 80 persen.

Hal itu diungkapkan Sindi Kristina (20), saat ditemui Tribun-Papua.com di sela-sela aktivitasnya, sebagai admin sablon Noken Clothing Jayapura.

"Sejak pandemi Covid-19 penghasilan turun drastis, sampai 80% bahkan sehari pernah pemasukan hanya Rp.150 ribu," ujarnya.

Baca juga: Penerapan PPKM, Antusias Pembeli Bendera Merah Putih di Jayapura Menurun

Padahal Sindi mengaku, jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, penghasilan terendah Noken Clothing Jayapura sebesar Rp.1.500.000," sebutnya.

Sindi mengatakan dengan jumlah pegawai Noken Clothing sebanyak 13 orang, pihaknya harus memikirkan nasib karyawannya.

"Untungnya kami di sini (Noken Clothing Jayapura), semuanya masih belum berkeluarga, sehingga kebutuhan hidup yang dipasok dari gaji kami masih cukup," jelasnya.

Disinggung soal jam beroperasi usaha Noken Clothing, Sindi mengatakan pimpinannya menutup outlet pakaian tersebut pukul 19.45 WIT.

"Mengikuti kebijakan pemerintah, jadi sebelum pukul 20.00 WIT sudah tutup, biasanya kita masih harus evaluasi harian saja di waktu tersisa," katanya.

Walaupun pendapatan menurun drastis, menurut Sindi, jumlah kunjungan orang per-hari di Noken Clothing Jayapura masih terbilang ramai.

Baca juga: Imbas PPKM Level 4, Pedagang Sepatu Jalanan di Abepura Menjerit

"Kalau orang yang datang mampir, rata-rata 30 orang per hari, hanya saja karna pembatasan aktivitas ini biasanya tidak sepadat sebelum adanya Covid-19," ujarnya.

Disinggung soal protokol kesehatan yang diterapkan, Sindi menjelaskan setiap pengunjung yang datang harus memeriksakan suhu tubuh, mencuci tangan dan wajib kenakan masker.

"Sejauh ini juga biasanya petugas keamanan hanya datang untuk memantau, dan memperingatkan untuk memasang poster terkait pencegahan Covid-19 di pintu masuk," terang Sindi.

Ditanya soal, strategi pemasaran yang dilakukan di masa pandemi, Sindi mengutarakan pihaknya mengintensifkan promosi melalui online.

"Selain promosi produk dan pembelian secara online, dan kita adakan quiz untuk menarik minat pembeli," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved