ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Covid19 Papua

Masih Ingat AKBP Untung Sangaji yang Bakutembak Kontra Teroris Sarinah? Ini Kegiatannya di Merauke

"Selain paket Sembako, saya juga membayarkan asuransi para pekerja penyapu jalanan ini." ujar Sangaji yang pernah bakutembak kontra terosis Sarinah.

Tribun-Papua.com/Istimewa
LAWAN COVID19 - Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji saat membagikan bantuan pakes Sembako kepada puluhan penyapu jalanan di ujung Timur Indonesia. Perwira menengah polisi ini pernah terlibat bakutembak kontra pelaku bom Sarinah, Jakarta, medio Januari 2016. 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Sebanyak 42 orang pekerja kasar yang selama ini membersihkan jalanan di ujung timur Indonesia, Merauke, mendapat paket Sembako dari kepala kepolisian setempat, Rabu (4/8/2021).

Pembangian paket ini, menyusul inisiatif kepolisian melihat imbas pandemi Covid-19 terhadap pekerja tersebut.

Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji mengatakan, Sembako dibagikan lewat giat bakti sosial.

Baca juga: 59 Pra Adegan Kasus Pembunuhan Pedang Emas di Jayapura

Baca juga: Pasien Covid-19 Di RSUD Jayapura Menurun, Victor : Kami Sudah Bisa Sedikit Bernafas

"Pembagian Sembako berupa beras, mie instan, kopi, dan susu. Ini ada sedikit yang kami dapat berikan dan semoga  bermanfaat bagi basudara semuanya,” ujar Sangaji saat menyerahkan bantuan kepada puluhan pekerja tersebut.

Sebenarnya, lanjut dia, ada 75 penyapu jalanan yang akan menerima paket Sembako. Hanya, sebagian tidak dapat hadir.

“Selain pembagian paket Sembako, saya juga telah membayarkan asuransi para pekerja penyapu jalanan ini,” ujar perwira menengah polisi yang pernah terlibat dalam mengatasi teroris dalam kasus bom Sarinah, Jakarta, pada Januari 2016.

Sangaji menambahkan, penyerahan bantuan paket Sembako menerapkan protokol kesehatan ketat.

Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji menyambut puluhan penyapu jalanan terdampak pandemi Covid-19, yang akan menerima bantuan paket Sembako.
Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji menyambut puluhan penyapu jalanan terdampak pandemi Covid-19, yang akan menerima bantuan paket Sembako. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Kilas Balik Bom Sarinah

Ajun Komisaris Besar Untung Sangaji hadir di tengah-tengah teror bom dan baku tembak di kawasan Sarinah-Thamrin pada 14 Januari 2016.

Mengenakan kemeja putih dan tanpa safety vest, dia gagah berani berjalan sambil memegang senjata dan menembaki para teroris yang menyimpan bom di tubuh mereka.

Perwira Menengah Pusdik Polisi Udara dan Air (Polair) itu memang tengah menjalankan tugasnya untuk berjaga di luar ring Istana Kepresiden.

Sangaji bersama tiga rekannya, termasuk dua atasannya; Komisaris Besar Martuani Sormin dan Komisaris Besar Urip Widodo, saat itu, sedang ngopi di Kafe Walnut, tak jauh dari lokasi kejadian.

Bunyi tembakan disertai ledakan tiba-tiba keluar. Sangaji keluar dari kafe untuk mengecek situasi, lalu melaporkan kejadian itu ke atasannya.

Ia kemudian diperintahkan bersama rekannya, Ipda Tamat, merangsek ke arah Starbucks di gedung Djakarta Theater.

Ada dua teroris yang menembaki mereka. Terakhir, baku tembak meletus hingga kedua teroris itu tumbang dan bom dalam tubuhnya meledak hingga organnya berserakan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved