Breaking News:

Papua Terkini

Trotoar di Taman Imbi Jadi Tempat Pedagang Kali Lima

Kawasan ini dibuat untuk membantu warga, apabila berjalan di tempat umum untuk berada di jalurnya tanpa harus menganggu kendaraan.

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Tirza Boyandone
Kawasan depan Taman Imbi Jalan Irian, Gurabesi, Distrik Jayapura utara, Kota Jayapura. Pukul 12.30 WIT sejumlah pedagang terlihat berjualan di jalur pejalan kaki. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Jalur pendestrian atau trotoar merupakan jalur khusus diperuntukan bagi para pejalan kaki.

Kawasan ini dibuat untuk membantu warga, apabila berjalan di tempat umum untuk berada di jalurnya tanpa harus menganggu kendaraan.

Namun, apa jadinya bila area tersebut justru di salah gunakan dan merugikan warga.

Baca juga: Info CPNS 2021: Pendaftaran PPPK Guru Diperpanjang Kembali oleh Pemprov Papua Barat

Rabu siang (4/8/2021), dari pantauan Tribun-Papua.com, sejumlah pedagang kaki lima sedang menjajalkan jualannya di depan Taman Imbi, tepatnya di Jalan Irian, Gurabesi, Distrik Jayapura utara, Kota Jayapura, Papua.

Terlihat ada yang berjualan mie ayam, bakso dan es jeruk peras di jalur pejalan kaki tersebut.

Tidak hanya itu, jalun ini seolah sudah jadi warung pinggir jalan yang siap melayani pelangan. Meja dan tempat duduk pun telah tersusun rapi.

Tenda mini yang terpasang di area tersebut mulai di datang oleh warga yang ingin makan siang.

Dari anak-anak hingga orang dewasa pun ada di tempat ini.

Baca juga: Khasiat Cengkeh Bisa Melindungi Tubuh dari Kanker, Ini Penjelasannya

Sementara itu, terlihat juga sejumlah pedagang yang ada di area tersebut tidak menggunakan masker pada saat melayani pembeli.

Sehingga, ini menjadi hal penting untuk dilihat oleh pemerintah setempat.

Selain penyelewengan penggunaan jalur pejalan kaki, protokol kesehatan yang diterapkan di tempat ini sangat minim.

“Sangat mengganggu memang, karena seharusnya trotoar itu untuk pejalan kaki. Masa kita haus jalan di jalan raya,” kata Domince Mampioper.

Dikatakan, Pemerintah Kota Jayapura harus menertibkan hal ini.

“Memang, mereka di ijinkan untuk berjualan di situ, yah, harusnya tidak di atas trotoar. Sehingga tidak mengganggu pejalan kaki,” tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved