Breaking News:

Kesehatan

Hubungan Harmonis Suami Istri Mampu Meningkatkan Hormon Pada Saat Menyusui

suami memegang peranan yang sangat penting dalam kesuksesan proses menyusui sang ibu kepada anak.

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
Kompas.com
Shutterstock Ilustrasi Orangtua baru, Kompas.com. Jacoblund, 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Provinsi Papua, Sri Iriyanti mengatakan suami memegang peranan yang sangat penting dalam kesuksesan proses menyusui sang ibu kepada anak.

Suami diminta agar mengambil bagian dalam mendukung dan berpartisipasi mengurus buah hati.

Hubungan yang harmonis suami istri di masa ini, terbukti ampu meningkatkan kerja hormon yakni prolaktin dan oksitosin yang dapat merangsang keluarnya Air Susu Ibu (ASI).

Baca juga: Nutrisi Bayam Merah dapat Menolong Ibu Hamil, Berikut Penjelasan Ahli

"Nah untuk produksi seperti ini kadang beberapa ibu mengalami stress yang berat sehingga ASI yang keluar menjadi sedikit," hal ini disampaikan melalui siaran Pro 1 RRI Jayapura, Kamis (5/8/2021).

Untuk itu, Sri berharap selama proses menyusui suami dapat membuat para istri lebih tenang dan bahagia.

"Hal ini penting banget, terutama ayo beri kelongaran sedikit kepada para istri untuk tidak mengerjakan yang berat-berat di rumah," ungkapnya.

Baca juga: Lukas Enembe Terima 6 Nama Yang Akan Dampingi Dirinya Pimpin Papua

Selain itu, kebutuhan ibu pada saat menyusui sudah harus tersedia.

"Rutin bangun malam hari atau subuh itu bukan hanya tugas ibu ya, tapi suami juga harus ikut standby. Ini yang bisa diberikan," jawabnya.

Dirinya juga menyingung peran sosial atau lingkungan selama menyusui sangat berperan cukup besar.

"Seperti keluarga lain yang tinggal di rumah tersebut seperti ayah, ibu, nenek, kakek dari sang bayi juga wajib memberikan dukungan moril," tegasnya.

Baca juga: Jenderal Polisi Bintang 3 Masuk Enam Besar Pencalonan Wagub Papua

Kerna seorang istri atau ibu tidak bisa melakukan segala sesuatu sendirian, proses ini akan sukses bila ada kerjasama.

"Terkadang ya kalau boleh jujur, ibu-ibu suka banyak cari alasan untuk tidak menyusui karena faktor lingkungan yang tidak mendukung," ujarnya.

Sekedar informasi tambahan yang diperoleh Tribun-Papua.com, semakin jarang bayi menghisap ASI maka produksi yang dikeluarkan pun akan sendikit.

Semakin sering, justru membuat cairan susu yang dihasilkan pun lebih banyak. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved