Covid 19 Papua
Penerapan PPKM, Hamzah : Tak Ada Air Untuk Cuci Tangan
Pedagang di Pasar Sentral Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, mengeluhkan minimnya air bersih untuk mencuci tangan
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Pedagang di Pasar Sentral Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, mengeluhkan minimnya air bersih untuk mencuci tangan.
Padahal, Pemerintah telah memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Fasilitas protokol kesehatan seperti air di Pasar Sentral Hamadi masih minim. Sesuai ketentuan PPKM maka tetap beroperasi namun, dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Baca juga: Jalani Karantina Mandiri, Shin Tae-yong Tunda ke Indonesia
Meski demikian, di pasar itu hanya memiliki 1 unit tandon berukuran jumbo. Tandon itu tak diisikan air oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura.
Hamzah (51) warga Hamadi Tanjung, Kelurahan Argapura mengeluhkan minimnya tempat pencuci tangan di pasar tersebut.
Baca juga: Rapat Lanjutan Koalisi Papua Bangkit soal Dua Nama Calon Wakil Gubernur Molor
"Bagaimana kita mau perketat protokol kesehatan, tetapi tempat cuci tangan yang di luar pasar itu saja sudah tidak ada airnya," katanya kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Selasa (10/8/2021).
Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan saat berkunjung ke pasar itu masih minim.
Baca juga: Begini Cara Cetak Kartu Ujian SKD CPNS 2021, Simak Juga Jadwalnya
Meski sudah ada imbauan berulang kali, imbauan perketat prokes saja yang digaungkan pemerintah dari luar area pasar.
Sekadar diketahui, Pasar Sentral Hamadi di Distrik Jayapura Selatan merupakan pasar sentral terbesar kedua di Jayapura, setelah Pasar Sentral Youtefa di Distrik Abepura.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/10082021-pasar-sentral-hamadi-1.jpg)