Sabtu, 25 April 2026

Papua Terkini

Makan Pinang Itu Budaya Orang Papua, Kadistrik : Tapi Jangan Sembarangan Ludah

Makan buah pinang merupakan budaya orang Papua yang cukup kental di kalangan masyarakat.

Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Patricia Laura Bonyadone
Kepala Distrik Abepura, Dionisius Deda 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Makan buah pinang merupakan budaya orang Papua yang cukup kental di kalangan masyarakat.

Hasiatnya yang dipercaya untuk memperkuat dan menjaga kesehatan gigi, membuat buah ini kerap kali dikonsumsi hampir sebagian besar orang Papua.

Baca juga: Sampah Plastik Hingga Eletronik Hiasi Muara Kali Anafre, Warga : Bagimana Solusinya ?

Akan tetapi, membuang ludah pinang sembarangan menjadi hal biasa yang dilakukan oleh penikmat pinang, setiap sisi kota bisa ditemukan bekas ludah pinang membekas.

Mulai dari jalan raya, terotoar, bangunan kantor, bangunan Mall, tembok, parit hingga pantai pun banyak ludah pinang.

Kepala Distrik Abepura Dionisius Deda mengatakan budaya makan buah pinang itu memang ciri khas orang Papua, namun membuang ludah pinang sembarangan itu bukan budaya yang harus dijaga.

Baca juga: PB PON XX Papua Tunggu Jawaban Pihak Hotel Terkait Akomodasi Kamar Atlet

"Buang ludah pinang di sembarang tempat itu bukan budaya, jadi ya harus sediakan tempat sendiri seperti kantong plastik atau botol begitu," kata Dionisius kepada Tribun-Papua.com, Rabu (18/8/2021).

Dia mengaku pihaknya sering kewalahan dalam membersihkan ludah pinang yang ada di area umum.

"Kita sudah melakukan pembersihan ke jalan bahkan melakukan pengecetan ulang di terotoar, namun ludah pinang ini terus ada," ujarnya.

Baca juga: Hingga 17 Agustus, 598 Pasien Covid-19 Masih Jalani Isoman di LPMP Kotaraja

Tak hanya itu, pot bunga yang ditaruh dipinggir jalan pun tak luput dari semburan ludah pinang.

"Itu yang bikin keindahan kota menurun dan sangat jelek bila dilihat,"katanya.

Baca juga: Update Covid-19 di Papua dan Papua Barat, Rabu 18 Agustus 2021: Total Kasus Capai 52.362

Ia mengimbau kepada para peminat pinang untuk membuang ludah pada tempatnya.

"Tidak ada larangan makan pinang, hanya saja tolong pahami bahwa orang lain pun kadang terganggu jika ludah kita ada di terotoar atau kena mereka," tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved