Manfaat Bayam Merah

Bayam Merah Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Urat, Ini Alasannya

"Sebenarnya bayam mengandung purin yang cukup tinggi, sehingga penderita asam urat disarankan untuk membatasi konsumsinya. - Ahli Gizi

mediatani.co
KESEHATAN - Sayut Bayam Merah. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Masyarakat Indonesia tentunya memiliki beraneka ragam makanan khas.

Kebanyakan makanan yang beraneka ragam tersebut menggunakan sayuran sebagai pendamping makanan pokok.

Satu di antara sayuran itu adalah bayam merah.

Kandungan bayam merah kaya akan manfaat seperti, bisa menjaga kesehatan mata hingga mencegah kanker.

Meski kaya akan manfaat, namun apakah bayam merah boleh dikonsumsi oleh penderita asam urat ?.

Nah, berikut ini penjelasan dari Sanya Anda Lusiana, ahli gizi di Kota Jayapura.

Baca juga: Salima Mazari, Gubernur Wanita Pertama Afghanistan yang Ditangkap Taliban: Sering Terjun Perang

Baca juga: Gubernur Papua Perintahkan Yunus Wonda dan Kenius Kogoya Lobi Petinggi Politik Jakarta

"Sebenarnya bayam mengandung purin yang cukup tinggi, sehingga penderita asam urat disarankan untuk membatasi konsumsinya," kata Sanya.

Sanya menjelaskan, kadar purin di dalam bayam merah sekitar 9-100 miligram (mg).

"Sedangkan batas konsumsi purin bagi penderita asam urat sekitar 100-150 mg per hari," jelasnya.

Sanya menyarankan, bagi penderita asam urat ketika sudah mengonsumsi bayam merah sebaiknya jangan konsumsi makanan yang mengandung purin lagi.

"Sebaiknya tidak lagi mengonsumsi makanan yang mengandung purin tinggiseperti ikan kembung, ikan teri, jeroan, daging berlemak, udang, jamur, kacang-kacangan, asparagus dan kembang kol," ujarnya.

Menurut Sanya, ketika penederita asam urat mengonsumsi makanan yang tinggi purin maka bisa mengakibatkan asam uratnya kambuh. 

"Memang harus sangat dibatasi bagi penderita asam urat," katanya.

Dikutip dari Kompas.com, purin merupakan molekul yang terbentuk dari atom karbon dan nitrogen.

Molekul ini bisa ditemukan di sel-sel semua makhluk hidup, termasuk manusia, hewan dan tanaman, sehingga menghindari purin sepenuhnya mustahil untuk dilakukan.

Pada tubuh manusia, purin bisa dibagi menjadi dua, yakni endogen dan eksogen.

Sebanyak dua per tiga purin dalam tubuh manusia diproduksi oleh sel-sel dalam tubuh dan disebut sebagai endogen.

Sementara itu, purin eksogen adalah purin yang masuk ke dalam tubuh via makanan dan diolah oleh tubuh lewat proses pencernaan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved