Kamis, 23 April 2026

KKB Papua

Komnas HAM Papua Sebut Aksi Pembunuhan 2 Pekerja di Yahukimo Melebihi Kesadisan 

Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey mengatakan, pembunuhan di sertai pembakaran merupakan tindakan tidak manusia.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Ri
Tribun-Papua.com/Istimewa
Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey saat menggelar olah tempat kejadian perkara perusakan mobil Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, Lucky Ireeuw di kawasan Pantai Hamadi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komnas HAM Papua menyesalkan aksi pembunuhan serta pembakaran KKB terhadap dua korban PT.Indo Papua di Kabupaten Yahukimo.

Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey mengatakan, pembunuhan di sertai pembakaran merupakan tindakan tidak manusia.

Baca juga: Warga Tanah Hitam Blokade Jalan, Tuntut Polisi Usut Kasus Pemukulan

"Tindakan ini melampaui kesadisan, dimana mencederai kehormatan manusia, " kata frits kepada Tribun-Papua.com, Rabu (25/8/2021) di Jayapura.

Kata dia, kejadian ini merupakan pembunuhan yang melebihi kesadisan.

Baca juga: Warga Tanah Hitam Antusias  ikut Gerai Vaksin Presisi Polresta Jayapura Kota

"Komnas HAM mencatat, Yahukimo pada tahun ini  ini sudah beberapa kasus seperti penyerangan Pos polisi, penyerangan TNI, pembunuhan terhadap padagang kios, lalu kejadian pembunuhan dua karyawan PT.Indo," ujarnya.

Ia pun belum bisa memberikan komrntar jauh kolompok mana yang melakukan aksi tersebut, mengingat masih simpangsiur.

Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Jayapura Kejar Percepat Vaksinasi Jelang PON XX Papua 

"Sebenarnya ini sampelan mana, Gwijangge atau Kobak ini dibawah komando siapa," katanya.

Ia menambahkan, dalam percakapan dengan Komando besar OPM, Goliat Tabuni tidak pernah memerintahakn pimpinan para kodam melakuka aksi secara sadis.

"Ia menyuruhkan untuk hentikan kekerasan yang sadis,kalau sudah ada seruan dari pimpinan seharusnya semua kodap patuh," ujarnya.

Baca juga: Warga Pertanyakan Sistem Lalin Ganjil Genap di Kota Jayapura

namun apabila ada bawahan Goliat Tabuni tidak dipatuhi, maka harus dipertanyakan.

"Jangan -jangan ini merupakan perjuangan yang tidak tersetruktur, semua kodap harus patuh pada pimpinan, " tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved