Sosok

Polwan Cantik Ini Abdikan Diri Untuk Trauma Healing di Daerah Konflik Papua

“Efeknya setelah terjadi aksi yaitu masyarakat takut untuk beraktifitas kembali karena faktor keamanan, terutama pada anak-anak dan mama Papua."

Penulis: Stella Lauw | Editor: Roy Ratumakin
Instagram IPTU Rini D Pratiwi @orien_psy
Inspektur Polisi Satu (Iptu) Rini D Pratiwi merupakan polisi wanita (polwan) dari Polda Papua, sebagai seorang psikolog. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tio Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Inspektur Polisi Satu (Iptu) Rini D Pratiwi merupakan polisi wanita (polwan) dari Polda Papua, sebagai seorang psikolog.

Ia mengabdikan diri untuk memberikan trauma healing di berbagai kawasan konflik di tanah Papua.

“Di tanah Papua sering terjadi adalah bencana sosial, akibat aksi penembakan KKB, tentunya masyarakat membutuhkan trauma healing sehingga saya diturunkan kesana,” kata Rini D Pratiwi pada siaran langsung akun Youtube Tribun-Papua.com, Kamis (26/8/2021) pagi.

Baca juga: Ulah KKB, Bupati Yahukimo Papua Tutup Tambang Ilegal

Orien, sapaan akrabnya hadir sebagai narasumber dari kegiatan webinar tentang pendidikan kecakapan hidup dan pencegahan bullying di sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua beserta Yayasan Noken dan UNICEF Papua.

“Efeknya setelah terjadi aksi yaitu masyarakat takut untuk beraktifitas kembali karena faktor keamanan, terutama pada anak-anak dan mama Papua,” tuturnya.

Ia punya cara menghilangkan rasa takut masyarakat dengan cara bermain bersama dan mengajak bercerita serta menghadirkan budaya masyarakat pegunungan Papua, yakni bakar batu.

“Realita dilapangan, masyarakat terkadang bukan hanya takut pada KKB namun juga masih takut dengan hadirnya TNI/Polri, disitulah peran saya menyadarkan mereka,” lanjut wanita berlatar belakang pendidikan Psikologi.

Menurutnya ketakutan tersebut terjadi masyarakat belum mengenal aparat keamanan yang bertugas menjaga masyarakat disana.

“Ketika sudah kenal, mereka sangat menghormati kehadiran kami bahkan terkadang mereka spontan memeluk kami sebagai bukti kasih sayang orang Papua,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved