Konflik di Afghanistan
Pesawat Tak Berawak AS Serang Kelompok ISIS di Afghanistan, Balas Bom Bunuh Diri?
Lebih dari 5.000 orang masih berada di dalam bandara Kabul menunggu evakuasi. Sementara situasi kemanan di Afghanistan masih mencekam.
TRIBUN-PAPUA.COM - Amerika Serikat (AS) melakukan serangan pesawat tak berawak dengan target kelompok Islamic State atau ISIS di Afghanistan pada Sabtu (28/8/2021).
Sebelumnya, ISIS mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri di Bandara Kabul.
Seperti dikutip Channel News Asia, pasukan militer AS yang mengawasi evakuasi telah dipaksa bekerja sama keamanan dengan Taliban untuk mencegah terulangnya bom bunuh diri yang menewaskan puluhan warga sipil yang berkerumun di sekitar salah satu gerbang akses utama bandara Kabul.
Baca juga: Bom Bunuh Diri Tewaskan Ratusan Orang di Bandara Kabul, Prediksi AS soal Afghanistan Nyata
Bom itu juga menewaskan 13 tentara Amerika.
Serangan bom bunuh diri itu diklaim dilakukan cabang ISIS di Afghanistan.
Pentagon mengumumkan telah melakukan serangan pesawat tak berawak terhadap "perencana" dari kelompok jihad di Afghanistan timur.
"Indikasi awal adalah bahwa kami membunuh target," kata Kapten Bill Urban dari Komando Pusat.
Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Tiba di Sorong, Tinjau Penanganan Covid-19 Papua Barat
Dengan tenggat waktu evakuasi yang tinggal beberapa hari lagi, lebih dari 5.000 orang masih berada di dalam bandara Kabul menunggu evakuasi, dan ribuan lainnya terus memadati gerbang perimeter, memohon masuk.
Serangan bom bunuh diri pada Kamis lalu itu hanya menyuntikkan stres dan ketegangan lebih lanjut ke dalam situasi yang sudah penuh kepanikan dan keputusasaan bagi mereka yang ingin pergi.
Selain itu juga berisiko tinggi bagi pasukan AS yang ditugaskan untuk mengamankan operasi tersebut.
Amerika Serikat mengeluarkan peringatan baru bagi warga AS untuk meninggalkan daerah di sekitar gerbang utama "segera".
Peringatan itu datang hanya beberapa jam setelah Pentagon mengatakan operasi evakuasi terus menghadapi ancaman "spesifik dan kredibel".
"Kami tentu siap dan mengharapkan upaya di masa depan, tentu saja," kata juru bicara Pentagon John Kirby kepada wartawan.
Baca juga: Musuhi Taliban, ISIS-K Ledakkan Bom di Bandara Kabul, Siapa Mereka?
Pentagon mengklarifikasi bahwa ada satu ledakan pada Kamis, bukan dua seperti yang diyakini sebelumnya.
Di Gedung Putih, sekretaris pers Presiden Joe Biden Jen Psaki mengatakan, para pakar keamanan nasional AS menganggap akan ada kemungkinan serangan lain dan beberapa hari ke depan akan menjadi periode paling berbahaya hingga saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/28082021-as-balas-bom-bunuh-diri-isis-di-kabul.jpg)