Sabtu, 25 April 2026

Konflik di Afghanistan

Pesawat Tak Berawak AS Serang Kelompok ISIS di Afghanistan, Balas Bom Bunuh Diri?

Lebih dari 5.000 orang masih berada di dalam bandara Kabul menunggu evakuasi. Sementara situasi kemanan di Afghanistan masih mencekam.

Tribun-Papua.com/Tribunnews.com
Seorang kerabat berduka di dalam mobil di sebelah peti mati korban bom bunuh diri kembar yang menewaskan ratusan orang termasuk 13 tentara AS di luar bandara Kabul, di sebuah rumah sakit yang dikelola oleh LSM Italia Darurat di Kabul, Jumat (27/8/2021). AFP/Aamir QURESHI 

TRIBUN-PAPUA.COM - Amerika Serikat (AS) melakukan serangan pesawat tak berawak dengan target kelompok Islamic State atau ISIS di Afghanistan pada Sabtu (28/8/2021).

Sebelumnya, ISIS mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri di Bandara Kabul.

Seperti dikutip Channel News Asia, pasukan militer AS yang mengawasi evakuasi telah dipaksa bekerja sama keamanan dengan Taliban untuk mencegah terulangnya bom bunuh diri yang menewaskan puluhan warga sipil yang berkerumun di sekitar salah satu gerbang akses utama bandara Kabul.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Tewaskan Ratusan Orang di Bandara Kabul, Prediksi AS soal Afghanistan Nyata

Bom itu juga menewaskan 13 tentara Amerika.

Serangan bom bunuh diri itu diklaim dilakukan cabang ISIS di Afghanistan.

Pentagon mengumumkan telah melakukan serangan pesawat tak berawak terhadap "perencana" dari kelompok jihad di Afghanistan timur.

"Indikasi awal adalah bahwa kami membunuh target," kata Kapten Bill Urban dari Komando Pusat.

BOM BUNUH DIRI - Personel keamanan Afghanistan memeriksa lokasi sehari setelah ledakan bom mobil di dekat reruntuhan di Kabul pada 4 Agustus 2021. (Wakil KOHSAR / AFP)
BOM BUNUH DIRI - Personel keamanan Afghanistan memeriksa lokasi sehari setelah ledakan bom mobil di dekat reruntuhan di Kabul pada 4 Agustus 2021. (Wakil KOHSAR / AFP) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Tiba di Sorong, Tinjau Penanganan Covid-19 Papua Barat

Dengan tenggat waktu evakuasi yang tinggal beberapa hari lagi, lebih dari 5.000 orang masih berada di dalam bandara Kabul menunggu evakuasi, dan ribuan lainnya terus memadati gerbang perimeter, memohon masuk.

Serangan bom bunuh diri pada Kamis lalu itu hanya menyuntikkan stres dan ketegangan lebih lanjut ke dalam situasi yang sudah penuh kepanikan dan keputusasaan bagi mereka yang ingin pergi.

Selain itu juga berisiko tinggi bagi pasukan AS yang ditugaskan untuk mengamankan operasi tersebut.

Amerika Serikat mengeluarkan peringatan baru bagi warga AS untuk meninggalkan daerah di sekitar gerbang utama "segera".

Peringatan itu datang hanya beberapa jam setelah Pentagon mengatakan operasi evakuasi terus menghadapi ancaman "spesifik dan kredibel".

"Kami tentu siap dan mengharapkan upaya di masa depan, tentu saja," kata juru bicara Pentagon John Kirby kepada wartawan.

Baca juga: Musuhi Taliban, ISIS-K Ledakkan Bom di Bandara Kabul, Siapa Mereka?

ISIS-K, afiliasi kelompok ISIL (ISIS) di Afghanistan mengklaim melakukan ledakan bunuh diri di luar bandara internasional Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8/2021).
ISIS-K, afiliasi kelompok ISIL (ISIS) di Afghanistan mengklaim melakukan ledakan bunuh diri di luar bandara internasional Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8/2021). (Tribun-Papua.com/Tribunnews.com)

Pentagon mengklarifikasi bahwa ada satu ledakan pada Kamis, bukan dua seperti yang diyakini sebelumnya.

Di Gedung Putih, sekretaris pers Presiden Joe Biden Jen Psaki mengatakan, para pakar keamanan nasional AS menganggap akan ada kemungkinan serangan lain dan beberapa hari ke depan akan menjadi periode paling berbahaya hingga saat ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved