Papua Terkini
Menulis Kebudayaan Papua Kurang Diminati Kaum Muda Masa Kini
Era Digital membuat peminat pemuda dalam melestarikan kebudayaan lewat karya tulis sangat kurang dan minim peminat.
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Ri
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sekertaris Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Papua, Don Agustinus Lamek Flassy (75), mengatakan anak muda Papua bisa belajar menulis kebudayaan.
Mengingat masa kini, ketertarikan penulisan tentang kebudayaan orang asli Papua cukup minim dan kurang dilirik.
Sehingga Don sapaan akrabnya, yang merupakan seorang Ilmuwan Penemu dan Perancang Tatanan di Tanah Papua berharap, harus ada generasi baru yang menggantikan mereka.
Baca juga: Rumah Kajati Papua Didatangi Puluhan Orang, Pertanyaan Kasus Victor Yeimo
Tidak hanya menggantikan, namun harus ada wadah bagi setiap anak mudah menyalurkan minat mereka dalam menulis.
“Harus mengumpulkan dan memilah setiap materi penulisan, harapannya ada regenerasi yang memahami konsep kebudayaan,” pungkasnya kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (28/8/2021).
Selain itu, harus bisa bergaul dengan budaya sehingga generasi penerus akan mengetahui dan mengenal apa yang ditinggalkan para ilmuwan.
“Harus ada dorongan dari diri sendiri, karena selain kita mengharapkan anak muda harus bisa terpacu dengan lingkungan dan menyayangi budaya,” tegas pria yang berasal dari Sorong Selatan.
Ia berharap, setiap tulisan anak muda Papua bisa dipublikasikan.
“Ya jangan hanya disimpan saja, kebanyakan teman saya punya konsep tapi tidak terbitkan dan tidak bisa jadi buku,” ungkapnya.
Baca juga: 168 Warga Jayapura Terjaring Operasi Yustisi di Ruko Pasifik Permai Jayapura
Sementara itu, menurut Antropolog Universitas Cenderawasih (Uncen) Marlina Flassy (53) meminta agar pemerintah mengambil peran penting dalam menjaga kebudayaan.
“Karena akan sulit bila kita berperan tanpa adanya kesinambungan pemerintah, ini adalah hal baik untuk mendorong masa depan anak Papua,” ucap wanita yang juga aktif sebagai PD I Fisip Uncen.
Menurutnya, ada hal yang bisa dikembangkan bila dimulai, dengan memberi pemahaman akan budaya anak muda Papua bisa dibentuk.
“Justru melalui hal-hal ini, kita tahu rumah dan asal usul suku dan budaya yang dimiliki. Semoga ada penerus sehingga bisa menulis karya,” harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/don-agustinus-lamek-flassy.jpg)