Lingkungan
Minimnya SDM dan Peralatan, Alasan Pemkot Jayapura Sulit Tangani Masalah Sampah
Hingga kini sampah masih merusak pandangan di sepanjang pinggiran jalan utama, trotoar, parit, dan kali, bahkan kawasan wisata di Kota Jayapura.
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Permasalah sampah di sejumlah daerah memang masih jadi hal yang belum bisa diatasi.
Penyediaan peralatan untuk menunjang kebersihan selalu harus diperhatikan.
Mengingat minimnya tong pembuangan sampah di setiap sudut kota, membuat tak jarang bila masyarakat masih membuang sampah sembarangan.
Demikian juga di Kota Jayapura.
Hingga kini sampah masih merusak pandangan di sepanjang pinggiran jalan utama, trotoar, parit, dan kali.
Bahkan, kawasan wisata pun tak lepas dari tumpukan sampah.
Baca juga: Dinkes Kota Jayapura Antisipasi Malaria Jelang PON XX Papua
Baca juga: Bhayangkara Fc Lumat Persiraja Banda Aceh 2-1, Ezechiel Jadi Top Skor BRI Liga 1
Menanggapi ini, Wakil Waki Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan khusus kebersihan kota, petugas telah disiapkan dan selalu rutin mengangkut sampah ke pembuangan akhir.
“Dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura, itu sudah ada petugas dan hampir setiap hari sampah sudah diangkut ke pembuangan akhir, baik itu di jalan utama hingga kompleks,” jelasnya saat diwawancarai Tribun-Papua.com, Senin (30/8/2021).
Baca juga: Ni Nyoman Sri Antari: Mencegah Malaria Harus Komitmen
Baca juga: Gebyar Vaksinasi di PTC Entrop Berlangsung hingga Sabtu, Target 200 Orang Setiap Hari
Pihaknya juga telah meminta setiap RT/RW untuk membantu menyiapkan tong sampah di area permukiman masing-masing.
“Ini cara yang telah kami upayakan untuk mempermudah petugas, nanti ada yang menggunakan motor sampah untuk mengakutnya,” jelasnya.
Rustan mengakui, kebersihan kota saat ini belum bisa dilakukan secara optimal karena minimnya peralatan.
“Sekarang agak susah juga, karena minimnya alat kebersihan dan kita masih mengupayakan untuk bisa menyediakan di setiap titik,” katanya.
Tidak hanya itu, minimnya tenanga pekerja untuk kebersihan membuat penanganan sampah jadi terhambat.
“Agak sulit juga, karena petugas yang kami kerahkan memang seadanya dan harapannya bisa lebih optimal lagi dalam pengerjaannya,” imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/23082021-samaph-pantai-hamadi.jpg)