Breaking News:

Papua Barat Terkini

BBM Premium Langka di Sorong Papua Barat, Sopir Angkot Mengeluh

Pemerintah diminta segera memantau langsung kelangkaan BBM di Kota Sorong, Papua Barat.

(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Ilustrasi: Aktivitas di salah satu SPBU di Kota Jayapura, Papua. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, SORONG - Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) di Sorong, Papua Barat, mengaku kesulitan untuk mendapat bahan bakar minyak (BBM) jenis premium pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar atau SPBU.

Steven Kapitan (42), satu di antara sopir angkot Kota Sorong, mengatakan, BBM di daerah ini kian langka. 

"Biasanya kami harus antre di SPBU, namun sudah mau masuk langsung BBM habis," ujar Steven kepada TribunPapuaBarat.com, di depan SPBU Jalan Baru, Kota Sorong, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Perintah PSU Pilkada Yalimo Masih Mandek, KPU: Kami Tunggu Keamanan Kondusif

BBM LANGKA - Anteran panjang angkutan umum di SPBU Jalan Baru, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (31/8/2021). BBM jenis premium langka di daerah ini. Para sopir mengeluh akibat kelangkaan BBM. Pemerintah diminta melakukan sidak.
BBM LANGKA - Anteran panjang angkutan umum di SPBU Jalan Baru, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (31/8/2021). BBM jenis premium langka di daerah ini. Para sopir mengeluh akibat kelangkaan BBM. Pemerintah diminta melakukan sidak. (Tribun-Papua.com/Safwan A Raharusun)

Dengan kelangkaan ini, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah dan pusat agar memperhatikan hal tersebut. 

"Kita mau isi BBM Pertalite saja setengah mati," akunya. 

Sebab, pendapatan per hari hanya Rp 200 ribu, namun harus dibagi untuk isi BBM.

Di sisi lain, hasil meroda di aspal juga harus disetor ke pemilik angkot.

"Kelangkaan BBM seperti ini sudah terjadi selama 6 bulan ini," ucap pria asal NTT. 

Baca juga: Kepala Distrik Wusama Tersangka Otak dan Penyandang Dana KKB Tebar Teror di Yahukimo

Biasanya, pelayanan di SPBU jalan baru lumayan lancar, sebab angkot langsung masuk dan isi BBM. 

Ia meminta pemerintah harus memantau langsung kondisi BBM di Sorong.

"Saya punya teman-teman semuanya mengeluh, karena penumpang dan BBM sekarang ini sudah setengah mati," kesalnya.

Selain itu, pria dua anak ini juga meminta kepada pemerintah agar kedepannya tak lagi terjadi kelangkaan BBM di Sorong. 

"Kita semuanya antre BBM premium di SPBU jalan baru. Selain itu sudah tidak jual lagi premium," kata Steven. 

"Kalau kita pakai premium karena harganya hanya Rp 6.500 per liter, kalau pertalite Rp 7 ribuan." (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved