Rabu, 3 Juni 2026

Covid 19 Papua

Penyuluhan Vaksinasi Diharapkan Detail Guna Menangkal Hoax

Maraknya kabar vaksinasi menimbulakan banyak efek hingga kematiaan, membuat sebagian masyarakat enggan mengikuti imbauan vaksinasi dari pemerintah

Tayang:
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
VAKSINASI COVID - Gebyar vaksinasi yang merupakan inisiasi Pemkot, Polresta dan Kodim 1701 Jayapura di Kawasan PTC Entrop menargetkan 200 orang setiap harinya, Senin (30/8/2021). Vaksinasi berlangsung hingga Sabtu depan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Maraknya kabar vaksinasi menimbulakan banyak efek hingga kematiaan, membuat sebagian masyarakat enggan mengikuti imbauan vaksinasi dari pemerintah.

Tak hanya itu, kurangnya informasi dan pemahaman terhadap penggunaan vaksin, juga menjadi satu di antara faktor penolakan.

Baca juga: Terdengar Suara Letusan Senpi, Warga Sekitar Kaget Temukan 2 Orang Tergeletak dengan Luka Tembak

Keizia Meylani Roem (24), Mahasiswi Universitas Bina Nusantara Jakarta mengatakan, pemberian pengertian akan vaksinasi harus lebih detail, mengingat masih banyak yang ragu mengikuti prosedur yang satu ini.

"Ini kan merupakan satu di antara protokol kesehatan yang wajib diikuti masyarakat, bagaimana mau tahu kalau sebagian ragu dan memilih tidak ikut,"kata Keizia kepada Tribun-Papua.com, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Penanganan Covid-19, Pemerintah Pusat Luncurkan Aplikasi PeduliLindungi

Menurutnya, pemerintah dan pihak tenaga kesehatan harus paham betul bagaimana mengedukasi serta memberi informasi pasti terkait vaksin.

"Kabar miring selalu ada dan rata-rata mereka takut dengan hal itu, sedangkan mereka tidak paham akan fungsi vaksin,"ujar Mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta ini.

Sebagai penyintas Covid varian Delta, ia juga meminta agar penjelasan perihal virus corona pun harus lebih tegas.

Baca juga: Masih Ingat Gustav Urbinas, Kapolres Ngerap, ini Pangkatnya Sekarang

"Saat saya karantina, banyak sekali yang punya gejala berat, sedangkan saya yang sudah vaksin dua kali tidak separah mereka,"katanya.

"Sehingga saya pun jelaskan, bahwa kalau ikut vaksin gejalanya jauh lebih ringan, itu baru masyarakat paham dan mau ikut,"ujarnya.

Selain itu, memberikan pemahaman yang pasti terkait vaksin, karena jika hanya sekadar memberi tahu efek samping tanpa menjelaskan apa itu Sinovac, masyarakat justru ragu.

Baca juga: Terlibat Narkoba hingga Kasus Asusila, Sebanyak 13 Anggota Polda Maluku Dipecat secara Tidak Hormat

"Itu sebabnya saya harapkan agar seluruh pihak bekerjasama, bukan hanya mensukseskan program pemerintah tapi taruh pemahaman dan angkat rasa takut,"ujarnya.

Hal ini sebagai penangkal kabar miring atau hoax terkait dengan penggunaan vaksinasi.

"Kalau transparan dan satu arah, masyarakat paham fungsinya dan detail efek samping yang mungkin timbul maka aman,"tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved