Breaking News:

Mencari Pengganti Klemen Tinal

PKPI Desak DPR Papua Segera Bentuk Pansus Cawagub

Ramses Wally mempertanyakan DPR Papua kenapa harus memperlambat proses pembentukan Pansus Cawagub Papua.

TRIBUN-PAPUA.COM
ILUSTRASI Mmencari Pengganti Wagub Papua, Klemen Tinal 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Provinsi Papua, Ramses Wally, meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua segera membentuk Pansus Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Papua.

"Apabila Pansus belum dibentuk, maka kekuatan rakyat akan kita tunjukkan," tekan Ramses saat ditemui Tribun-Papua.com, di Jayapura, Rabu (1/8/2021).

Ramses juga mempertanyakan DPR Papua kenapa harus memperlambat proses tersebut.

Sebab menurutnya, DPR Papua harus mengikuti keputusan Partai Koalisi terkait Cawagub Papua.

"Sebenarnya mereka itu harus ikut irama koalisi, bahwa koalisi sudah bekerja. Berarti detik ini mereka juga sudah harus segera membentuk Pansus, jangan terlalu lambat, dan kami koalisi tidak perlu harus dengar DPR, tetapi DPR yang harus mendengar kami," ujarnya.

Baca juga: 4 Berita Populer: 2 Nama Cawagub Papua Final hingga Mengenang Heru Nerly Eks Persipura

Baca juga: Antusias Saksikan PON XX, Inthan Mailensun Beranikan Diri untuk Divaksin

Ketua DPD Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Provinsi Papua, Ramses Wally.
Ketua DPD Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Provinsi Papua, Ramses Wally. (Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari)

Alasannya, yang berada dalam Koalisi Papua Bangkit adalah pimpinan partai politik, dan DPR adalah para perwakilan yang duduk di kursi legeslatif.

"DPRP jangan atur kita, dan kami tidak mau tahu, minggu depan kami akan serahkan semuanya ke DPR Papua," tukasnya.

Menurut Ramses, keterlambatan pembentukan Pansus Cawagub oleh DPR Papua bisa disimpulkan adanya kepentingan terselubung.

Baca juga: PKS: Soal Dua Cawagub Papua Masih Kami Proses

"Kalau kerja lambat seperti begini, berarti ada kepentingan, itu tidak boleh ada di sini, kepentingan mereka itu untuk rakyat dan negara, itu saja, di luar itu berarti provokator," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rabu atau Kamis (1-2/9/2021), 7 partai anggota koalisi Papua Bangkit jilid II yang mengusung Lukas Enembe-Klemen Tinal pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua dijadwalkan mengambil rekomendasi Calon Wakil Gubernur Papua menggantikan almarhum Klemen Tinal di Kantor DPP di Jakarta.

Partai PKPI, Hanura, Demokrat, PKB, PKS, dan PPP sudah bertemu langsung bersama 2 nama calon wakil gubernur Papua, Kenius Kogoya dan Yunus Wonda untuk bersama-bersama mengambil rekomendasi DPP di Jakarta. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved