Breaking News:

PON XX Papua

Soal Mahkota Cenderawasih di PON XX 2021, Ini Kata BBKSDA Papua

Sudah ada UU No 5 tahun 1990 yang melarang penggunaan satwa dilindungi, termasuk Burung Cenderawasih, dan ketentuan pidananya jelas.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PON XX PAPUA - Kepala KSDA Papua Edward Sembiring saat melepasliarkan 2 Ekor Burung Cenderawasih Kuning Kecil, di Rhepang Muaif Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Menjelang pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021, Balai Besar KSDA Papua menghimbau masyarakat untuk memantau aktivitas seremonial saat PON.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring melalui telewicara bersama Tribun-Papua.com Senin (6/9/2021).

"Sudah ada UU No 5 tahun 1990 yang melarang penggunaan satwa dilindungi, termasuk Burung Cenderawasih, dan ketentuan pidananya jelas," katanya.

Baca juga: Terkait Penggunaan Mahkota Cenderawasih Pada PON XX Papua, Ini Tanggapan RBP

Hanya saja dalam konteks Papua, Edward menyebutkan terdapat ketentuan khusus secara tatanan adat, dimana kepala suku dapat menggunakan mahkota Burung Cenderawasih yang asli.

Perihal itu, Edward menegaskan jika Gubernur Papua telah mengeluarkan surat edaran, untuk tidak menggunakan Burung Cenderawasih asli sebagai aksesoris pada Juni 2017 lalu.

Terkait PON 2021, pihaknya juga secara formal telah mengirimkan surat kepada Panitia Besar (PB) PON, untuk melarang satwa dilindungi digunakan dalam seremonial event empat tahunan itu.

"Tidak hanya Burung Cenderawasih, tetapi satwa dilindungi lainnya, termasuk Kasuari juga dilarang untuk dimanfaatkan bagian tubuhnya sebagai aksesoris," jelasnya.

Pihaknya juga berharap, momen PON dapat menjadi contoh yang baik bagi konservasi dan perlindungan satwa endemik Papua, termasuk Burung Cenderawasih.

Baca juga: Pro dan Kontra Penggunaan Mahkota Cenderawasih Saat PON, Ini Kata Antropolog

Edward menambahkan, BBKSDA Papua telah gencar melakukan sosialisasi larangan penggunaan Burung Cenderawasih asli sebagai aksesoris sejak 2017.

Hal itu menurutnya, sebagai upaya atau langkah preventif mengedukasikan kepada masyarakat, pentingnya kelestarian Burung Cenderawasih.

Selain itu BBKSDA Papua juga telah melakukan penetrasi kepada kelompok masyarakat adat, dengan membentuk warga binaan konservasi Burung Cemderawasih di Tablasupa Kabupaten Jayapura.

Terakhir, Edward meminta kepada masyarakat Papua untuk menjaga kelestarian Burung Cenderawasih, agar masih dapat dilihat anak cucu di masa depan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved