Breaking News:

KKB Papua

di Maybrat, KNPB Panggul Senjata Lawan TNI-Polri

Sekitar pukul 16.17 WIT, rombongan paling depan mendapatkan tembakan dari para gerilyawan KNPB arah kiri.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Saat kontak tembak berlangsung antara aparat TNI-Polri dan KNPB di Kabupaten Maybrat, Papua Barat. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Di beberapa tempat di Papua, hanya Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sering kali melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri.

Namun, berbeda dengan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menjadi militan dengan mengangkat senjata melawan institusi keamanan negara.

Kontak tembak tersebut terjadi di Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur saat TNI-Polri melakukan pengejaran terhadap dalam pembunuhan empat anggota TNI di Posramil Kisor belum lama ini.

Baca juga: Warga Sentani Digegerkan Dengan Temuan Mayat, Diduga Kasus Pengeroyokan

Dari informasi yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, kontak tembak antara kelompok KNPB dengan aparat TNI/Polri serta robongan Danrem 181/Praja Vira Tama Brigjen TNI Indra Heri terjadi pada Minggu 5 September 2021.

Sekitar pukul 13.45 WIT, dilaksanakan Serpas Tim 3 Yonif Raider 762 dengan jumlah 44 orang, menunu Pos Kapung Kamat, Distrik Aifat Timur.

Pukul 14.30 WIT, rombongan masuk melewati pertigaan Susumuk Maauk, arah Aifat dengan melewati Kampung sejumlah kampung seperti Sory, Fatemanaa, Saba, Tasimara, dan Kampung Fankahrio.

Hanya saja, rombongan terhenti sekira pukul 15.40 WIT, akibat jembatan kayu sepanjang 6 meter putus.

Diduga, jembatan tersebut sengaja dirusak oleh kelompok KNPB dengan menggunakan gerjaji Sensor, untuk menghambat dan menghalangi perjalanan.

Sekitar pukul 16.17 WIT, rombongan paling depan mendapatkan tembakan dari para gerilyawan KNPB arah kiri.

Baca juga: 2 Perawat Nusantara Sehat Saksi Pembunuhan Prajurit TNI di Maybrat

Tak butuh waktu lama, pihak aparat secara langsung membalas tembakan ke arah kelompok KNPB yang kini melarikan diri.

Atas kejadian tersebut, Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron, mengaku hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut.

Baca juga: Penggunaan Mahkota Cenderawasih, Pegiat: Menko Airlangga Saja Tak Tau

"Saya belum terima informasinya, karena yang kami tau hingga kini mereka masih melakukan pengejaran," kata Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron kepada TribunPapua.Barat.com, Senin (6/9/2021).

"TNI-Polri sementara masuk ke Kampung-kampung di Maybrat, untuk mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut," ujarnya.

Kata dia, persoalan penyerangan pihaknya belum mengetahui kebenaran dari informasi tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved