Breaking News:

Lipsus Burung Cenderawasih

Penggunaan Mahkota Cenderawasih, Pegiat: Menko Airlangga Saja Tak Tau

Abdel Gamel Naser mengkritik pemberian mahkota asli Burung Cenderawasih yang dikenakkan MKenteri Airlangga Hartarto.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berkunjung ke Papua beberapa hari lalu. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Larangan menggunakan mahkota asli dari Burung Cenderawasih telah diatur dalam Undang-undang No 5 tahun 1990 serta diperkuat lagi dengan Surat Edaran Gubernur Papua pada 2017 lalu.

Namun, larangan tersebut diindahkan oleh segelintir orang yang tak bertanggungjawab dengan memburu satwa yang dilindungi tersebut.

Bahkan, hingga kini perburuan terhadap satwa endemik tersebut terus dilakukan, baik itu di Provinsi Papua maupun Papua Barat.

Baca juga: Souvenir Asli Burung Cenderawasih Dilarang, Penggantinya dari Bulu Ayam

Guna menekan angka tersebut, pegiat lingkungan dan konservasi Abdel Gamel Naser pun mengkritik pemberian mahkota asli Burung Cenderawasih kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berkunjung ke Papua beberapa hari lalu.

Dari foto yang beredar, petinggi partai Golongan Karya (Golkar) tersebut, tampak menggenakan mahkota asli dari Burung Cenderawasih.

"Kami berfikir, seorang menteri saja belum memahami bahwa mahkota Burung Cenderawasih yang asli tidak boleh semua orang kenakan," kata Gamel sapaan akrabnya kepada Tribun-Papua.com, Senin (6/9/2021) melalui gawainya.

Seharusnya, seorang Menteri dalam pemerintahan tau soal apa yang dilarang oleh undang-undang.

“Nah ini kan tidak. Bagaimana masyarakat mau paham kalau menterinya sendiri saja tidak tau soal ini,” tukasnya.

Baca juga: Pegiat Lingkungan Minta PB PON XX Papua Steril dari Mahkota Burung Cenderawasih

Seharunya, kata Gamel, masyarakat Papua juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat yang datang dari luar Ppaua soal keberadaan Burung Cenderawasih tersebut.

"Kita (masyarakat Papua) yang mengerti sepatutnya memberikan penjelasan agar orang luar tau filosofi mahkota," tukasnya.

Baca juga: Kapendam XVIII/Kasuasi: KNPB Itu Kolonial

Untuk itu, demi memutus mata rantai perburuan Burung Cenderawasih yang hamper punah, pihaknya pun mendorong pihak UMKM agar dapat memproduksi mahkota Burung Cenderawasih imitasi atau tiruan.

"Selain itu, kami berharap BBKSDA Papua lebih memperketat pintu keluar, guna memastikan satwa dilindingi keluar dari Papua," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved