Breaking News:

PON XX Papua

Souvenir Asli Burung Cenderawasih Dilarang, Penggantinya dari Bulu Ayam

Penggunaan mahkota Cenderawasih sebagai souvenir pada PON XX Papua mendatang, belakangan ini menuai pro dan kontra.

Penulis: Nadila Larajina | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Nadila Larajina
Toko souvenir Noken di Jalan Perikanan nomor 76 Hamadi Pasar, Kota Jayapura, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Nadila Larajina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penggunaan mahkota Cenderawasih sebagai souvenir pada PON XX Papua mendatang, belakangan ini menuai pro dan kontra.

Pasalnya, Burung Cenderawasih termasuk habitat yang dilindungi.

Satu di antara toko souvenir Noken di Jalan Perikanan nomor 76 Hamadi Pasar saat dikunjungi Tribun-Papua.com tak terlihat souvenis mahkota Cenderawasih.

Baca juga: Pegiat Lingkungan Minta PB PON XX Papua Steril dari Mahkota Burung Cenderawasih

"Kami hanya menjual produk yang telah diizinkan saja,"kata pemilik toko Souvenir Papua Ahmad Agus kepada Tribun-Papua.com, Selasa (7/9/2021).

Alasan tak dijualnya aksesoris dari Burung Cenderawasih asli karena dilarang oleh polisi kehutanan.

Ia mengatakan, tokonya menjual mahkota yang terbuat dari bulu ayam.

"Harga mahkota kisaran Rp 250 ribu untuk yang dewasa," jelas Agus.

Tak hanya untuk orang dewasa saja, tokonya juga menjual mahkota untuk anak-anak.

Baca juga: 17 Daerah di Provinsi Papua Nol Kasus Aktif Harian Covid-19, Ada Kota Jayapura

"Kami juga siapkan mahkota untuk anak-anak, dengan kisaran harga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu," lanjutnya.

Agus menambahkan, mahkota tersebut ia yang membuat sendiri.

"Kalau untuk pengrajin, kebetulan yang buat saya sendiri," ujar pria berusia 23 tahun itu. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved