KKB Papua
Usai Bantai 4 Anggota TNI AD hingga Tewas, Para Pelaku Ancam Warga akan Dibunuh
Usai melakukan penyerangan dan pembantai yang menewaskan 4 anggota TNI di Pos keamanan, para pelaku pengancaman warga akan dibunuh.
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUN-PAPUA.COM – Usai melakukan penyerangan dan pembantai yang menewaskan 4 anggota TNI di Pos keamanan, para pelaku melakukan aksi pengancaman kepada warga kampung menggunakan senjata api.
Hal itu diungkapka Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letkol Arm Hendra Pesireron saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (7/9/2021).
Baca juga: Letkol Hendra: Sampai ke Ujung Dunia pun tetap Kami cari Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat
Kata Hendra, para pelaku meminta agar masyarakat meninggalkan rumah masing-masing dan masuk kedalam hutan.
Baca juga: Ini Pengakuan Dosa 1 Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat, hingga 4 Anggota Tewas secara Sadis
“Ada sebagian tidak mau ikut, namun mereka diancam. Jadi mau tidak mau tetap ikut, sebab ancamannya dibunuh," ungkapnya.
Disamping itu berdasarkan data, kata Hendra saat ini pihaknya menduga para pelaku kini telah dibekali senjata api.
Baca juga: Inilah Curhatan 1 Anggota TNI AD Sebelum Tewas Dibantai Kelompok Separatis Papua Merdeka di Maybrat
"Sekitar 20an orang itu lari bawa senjata api (senpi) masing-masing," tuturnya.
Terkait kepemilikan senjata, pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait hal tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/03092021-warga-mengungsi.jpg)