PON XX Papua
PB PON Akan Perkenalkan Tiap Suku di Papua Melalui Tarian Kolosal
Panitia Besar (PB) PON XX Papua, Bidang Sosial Budaya akan menampilkan tarian kolosal, yang secara langsung memperkenalkan setiap suku didaerah itu
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA-Panitia Besar (PB) PON XX Papua, Bidang Sosial Budaya akan menampilkan tarian kolosal, yang secara langsung memperkenalkan setiap suku di wilayah paling timur itu.
Ini merupakan tarian kreasi, membentuk beberapa tarian dari beberapa suku untuk ditampilkan, durasinya bisa diatur,gerakannya juga bisa diubah.
Baca juga: Sebulan Lebih Hilang, Sapi yang Dicuri Tiba-tiba Kembali dengan Tulisan Nama si Pencuri di Tubuhnya
Demikian disampaikan Koordinator Pameran dan Pementasan Bidang Sosial Budaya PON, Enrico Yori Kondologit (40).
Enrico mengatakan tarian kolosal biasa digunakan dalam event atau dipertandingkan.
Baca juga: Kiat-kiat yang Bisa Diterapkan untuk Lolos CPNS-PPPK 2021, Ini 5 Cara yang Bisa Diikuti
"Anak-anak relawan untuk kolosal ini, kita mencoba untuk mengabungkan beberapa jenis tarian atau gerak dasar suku-suku di Papua mulai dari Asmat, Saereri, Tabi hingga Kepala Burung,"katanya kepada Tribun-Papua.com, Rabu (8/9/2021).
Menurut dia, tarian ini akan menggunakan durasi pendek dengan jumlah banyak, guna menarik perhatian masyarakat untuk nonton.
Baca juga: Jadwal Persipura Jayapura Vs Persela Lamongan: Jumat 10 September 2021, Pukul 17.15 WIT
Dia menjelaskan, Papua terkenal dengan dua jenis tarian yakni tarian tradisi dan tarian kreasi Papua.
Kedua tarian ini yang sedang digunakan oleh Bidang Sosial Budaya.
"Secara koreografi tarian tradisi dan tarian kreasi pun berbeda ya, kalau kolosa inikan kami gabungkan dari beberapa suku, tapi kalau tradisi tidak boleh,"ujarnya.
Baca juga: Hampir 5 Ribu Tim Daftar Cabor Esports PUBG Mobile di PON XX Papua 2021, Ini Jadwal Lengkapnya
"Sehingga kami memang menampilkan kolosa pada ajang nasional ini,"katanya.
Untuk tarian tradisi sendiri, kata dia, merupakan tarian yang murni lahir dari masyarakat adat.
Lanjut dia, tarian itu tergolong sakral, tak sembarang ditampilkan.
Baca juga: Tornagogo Sebut KNPB Dalang Dibalik Penyerangan Posramil Kisor
Dia mengatakan, tarian ondoafi atau kepala suku hingga tarian kematian, memang dikhususkan,sehingga beda penempatan dan maknanya.
Yang menjadi pembeda dan pembelajaran yakni di Papua meski beberapa kelompok tarian,tetapi memperhatikan makna.
Baca juga: Cara Mengolah Cengkeh sebagai Conditioner Rambut, Campurkan dengan Minyak Zaitun
Tidak hanya tarian kolosal, tarian penyambutan untuk tamu saat pelaksanaan PON XX juga perlu dipersiapkan dengan baik.
"Harapannya tetap kepada tarian yang kita tunjukan dan tampilkan, bisa menjadi nilai dan kesan tersendiri,"tambah dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-tarian-papua.jpg)