KKB Papua
Gereja Diminta Perhatikan Ratusan Pengungsi di Maybrat Papua Barat
Leo mengatakan warga dari 9 kampung saat ini berada di hutan dan menyebar. Sehingga, aktivitas ibadah di gereja tidak berjalan baik.
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Perwakilan Mahasiswa Theologi asal Kabupaten Maybrat di Jayapura, Leo Sorry meminta lembaga gereja memperhatikan para pengungsi di daerah konflik Papua Barat.
Seruan ini menyikapi situasi gelombang pengungsian warga pascapenyerangan Pos TNI hingga tewasnya 4 prajurit di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Papua Barat.
"Kami minta agar seluruh denominiasi gereja di Kabupaten Maybrat, dari Paroki dan GKI harus ada perhatian kemanusiaan kepada umat Tuhan yang sekarang lagi mengungsi di hutan," katanya kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Sabtu (11/9/2021).
Baca juga: Hari Ini, Mahfud MD Akan Tinjau Sejumlah Venue PON XX di Kota Jayapura
Baca juga: Mahasiswa Desak DPRD Maybrat Segera Bentuk Pansus Tangani Pengungsi di Daerah Konflik
Menurutnya, kejadian tersebut telah membuat masyarakat mengungsi hingga meninggalkan tempat ibadah.
"Ini juga menjadi perhatian khusus supaya bisa mengambil langkah-langkah persuasif," ujarnya.
Leo mengatakan warga dari 9 kampung saat ini berada di hutan dan menyebar. Sehingga, aktivitas ibadah di gereja tidak berjalan baik.
"Maka itu gereja harus bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun persaudaraan yang rukun, dan juga memberikan perlindungan," ujarnya.
Leo berharap masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing, dan kegiatan di gereja berjalan normal.
Sebelumnya, Bupati Maybrat Bernard Sagrim meminta ratuasan warga yang mengungsi pascapenyerangan Posramil Kisor oleh KNPB, untuk tidak takut keberadaan aparat TNI dan polisi.
Dia menegaskan kehadiran aparat gabungan di daerah tersebut tak lain untuk menjamin keselamatan masyarakyat.
Pernyataan ini disampaikan Bernard Sagrim saat menyambangi para pengungsi di Aula Distrik Aitinyo, Kampung Tehak Kecil, Kabupaten Maybrat pada Kamis (9/9/2021).
Adapun pengungsi di Aula Distrik Aitinyo, berasal dari 9 kampung.
"Berjumlah 127 kepala keluarga (KK), dan 445 jiwa," kata Sagrim kepada sejumlah awak media, termasuk TribunPapuaBarat.com.
Sejumlah pengungsi juga berasal dari Distrik Ayamaru Selatan Jaya, Kumurkek, dan beberapa Distrik lainnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mahasiswa-theologi-asal-kabupaten-maybrat-di-jayapura-leo-sorry.jpg)