Breaking News:

KKB Papua

KKB Kembali Berulah di Pegunungan Bintang, 70 Pekerja Jalan Trans Papua Dievakuasi

Kejadian pembakaran alat berat tersebut terjadi di kapung Magabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Papua.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Alat berat milik PT Wijaya Karya yang dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Pegunungan Bintang, Papua.(DOK PEGUNUNGAN BINTANG) 

TRIBUN-PAPUA.COM: Rabu (8/9/2021) lalu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah.

Kali ini, para pemberontak yang dicap teroris oleh negara tersebut membakar sejumlah alat berat jenis ekskavator milik PT Wijaya Karya.

Kejadian pembakaran alat berat tersebut terjadi di kapung Magabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Papua.

keberadaan PT Wijaya Karya di Pegubin untuk melakukan pengerjaan jalan Trans Papua.

Baca juga: Transportasi Atlet di Kota Jayapura Siap

Akibat aksi pembakaran tersebut, sebanyak 70 pekerja dari PT Wujaya Karya dievakuasi.

"70 pekerja di Kampung Mangabid, Pegunungan Bintang, telah dievakuasi ke tempat yang aman, ini untuk melindungi para pekerja," ujar Kepala Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena Sepnat Kambu dilansir Tribun-Papua.com dari laman Kompas.

Sepnat membenarkan, perusahaan terpaksa menghentikan proses pengerjaan jalan Trans Papua yang menghubungkan Oksibil, Pegunungan Bintang, dengan Towe Hitam, Keerom.

"Jadi sudah dua pekerjaan Trans Papua yang kami hentikan karena faktor keamanan, yang di Yahukimo dan sekarang di Pegunungan Bintang," kata Sepnat.

Baca juga: Jenazah Briptu Mario Belum Bisa Dievakuasi dari Pegunungan Bintang, Polri: Kondisi Cepat Berubah

Terpisah, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menegaskan, aparat keamanan segera mengirim tambahan pasukan di daerah rawan agar proyek strategis nasional bisa kembali berjalan.

"Kami berharap setiap perusahaan di sejumlah kabupaten yang rawan gangguan keamanan untuk sementara menghentikan pembangunan Trans Papua. Hal ini demi keselamatan para pekerja," kata Fakhiri. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved