Rabu, 29 April 2026

25 ABK KM Hentri Masih Hilang, Kesaksian ABK yang Selamat: Api Muncul di Kamar Mesin

Anak buah kapal (ABK) KM Hentri memberikan kesaksian saat kapal yang mereka tumpangi itu terbakar dan tenggelam di perairan Kepulauan Tanimbar, Maluku

(HUMAS BASARNAS AMBON)
Kapal Motor (KM) Hentri terbakar di peraiaran Kepulauan Tanimbar, Maluku 3 September 2021. Dalam insiden itu 2 ABK dinyatakan tewas, lima selamat dan 25 ABK lainnya masih dinyatakan hilang 

TRIBUN-PAPUA.COM - Anak buah kapal (ABK) KM Hentri memberikan kesaksian saat kapal yang mereka tumpangi itu terbakar dan tenggelam di perairan Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Ditekatui lima ABK selamat dalam insiden itu sedangkan 25 ABK lainnya masih hilang setelah melompat ke tengah laut.

Kelima ABK yang selamat dalam insiden itu yakni Adrian Rahman alias Aldi (Wakil Nakhoda), Hengki Kurniawan alias Hengki, La Asri, Angga Pramudia (Wakil Kepala Kamar Mesin) dan Asep Suryana.

Baca juga: Fakta Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Ternyata Terjadi juga di Cirebon, Ini Analisanya

Baca juga: Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Harusnya Dapat Kompensasi, Komnas HAM: Uang Duka Tak Cukup

Mereka menceritakaan insiden yang dialami tersebut saat memberikan keterangan kepada polisi di Polres Tual, Selasa (14/9/2021).

“Lima ABK selamat sudah kita mintai keterangan terkait kasus kebakaran KM Hentri dari kemarin sampai hari ini,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Tual, Iptu Hamin Siompo kepada Kompas.com, Selasa.

Menurut Hamin, dari keterangan yang diperoleh, kapal nahas tersebut bertolak dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta pada 18 Agustus 2021 sekitar pukul 24.30 WIB dengan tujuan kawasan Perairan Merauke, Provinsi Papua.

Namun dalam perjalanan, tepatnya pada Jumat, 3 September 2021 sekitar pukul 05.00 WIT kapal tersebut tiba-tiba terbakar.

“Api muncul pertama kali itu dari bagian kamar mesin yang berada di ruang tengah dek bawah,” ucapnya.

Hamin mengatakan, kobaran api pertama kali diketahui oleh Wakil Nakhoda Adrian Rahman.

Dia kemudian naik ke atas kapal untuk memberitahukan kepada nakhoda dan ABK lainnya.

Baca juga: Heran KKB Bisa Punya Senjata Buatan BUMN, MPR Pertanyakan Aparat: Mereka Bukan Kelompok Besar

Selanjutnya semua ABK menyelamatkan diri ke bagian depan kapal.

“Tapi sebelum itu para ABK sempat berusaha memadamkan kobaran api di kamar mesin, tapi usaha mereka sia-sia,” ujarnya.

Saat kobaran api terus membesar, seluruh ABK langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

“Ada ABK yang melompat tapi tidak muncul ke permukaan, kemudian sekitar pukul 07.00 WIT saat matahari sudah muncul, saudara Adrian Rahman melihat ada lima ABK  yang ada di permukaan laut tinggal 5 orang termasuk dirinya,” ungkapnya.

Hamin mengatakan, dari pengakuan para ABK, keesokan harinya pada 6 September 2021 sekitar pukul 13.00 WIT sebuah kapal pencari telur ikan datang memberikan bantuan pertolongan dan langsung mengevakuasi kelima ABK tersebut ke Desa Tanimbar Kei.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved