Breaking News:

Papua Terkini

Bupati Ingkar Janji, Mahasiswa Jayawijaya Palang Kantor Perwakilan Pemerintah di Sentani

Pemalangan dilakukan akibat Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua ingkar janji terhadap mahasiswa Jayawijaya di kota studi Jayapura. 

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Mahasiswa asal Wamena melakukan pemalangan Kantor Dirgantara Jayawijaya di Jayapura, Selasa (14/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) kembali melakukan pemalangan Kantor Dirgantara perwakilan Kabupaten Jayapura, di Sentani. 

Koordinator Aksi Aluis Iman mengatakan pemalangan dilakukan akibat Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua ingkar janji terhadap mahasiswa Jayawijaya di kota studi Jayapura

"Kami mahasiswa Jayawijaya kembali lagi mendatangi dan memalang kantor Hangar Jayawijaya Dirgantara karena hasil pertemuan mahasiswa dengan Pemda Jayawijaya di Wamena belum terealisasi,"  kata Aluis kepada Tribun-Papua.com, Selasa (14/9/2021).

Dikatakan, pertemuan Pemerintah Jayawijaya dengan mahasiswa belum menemukan titik terang tentang pembahasan, biaya mahasiswa, renovasi serta pembanguan asrama mahasiswa. 

Baca juga: 4 Berita Populer: Layanan Pelni Jayapura Kembali Dibuka hingga PB PON Dinilai Abaikan BBM Aerosport

"Ini menindak lanjuti kesepakatan dan pertemuan tatap muka antara Bupati Jayawijaya dan wakilnya, juga Kabag Kesra dan BKD di Kantor Otonom Wamena pada Kamis (5/8/2021) lalu," jelasnya.

Sementara itu, Ketua HMPJ Albert Kalolik menambahkan, pengadaan asrama mahasiswa di wilayah Sentani, juga dibahas dalam pertemuan bersama bupati.

Selain itu, bantuan untuk penerimaan mahasiswa baru HMPJ tahun ini.

Baca juga: Oknum Pejabat dan Politisi Papua Diduga Rudapaksa Siswi SMU, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Albert mengatakan pihaknya sudah komunikasi dengan Kabag Kesra, namun belum ditanggapi serius.

Sementara, banyak mahasiswa yang menunda pembayaran SPP dan memilih cuti kuliah. 

"Kami menunggu respon Bupati. Jika tidak maka besok Hangar Trigana, Jayawijaya dan beberapa hangar lain yang kirim barang ke Wamena, kami palang sampai ada jawaban," tekannya.P

Perwakilan Pemerintah Jayawijaya, Handoko menyampaikan, pihaknya akan menindak lanjuti surat mahasiswa ke bupati. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved