Selasa, 5 Mei 2026

Detik-detik Warga Selamatkan Diri saat Rumah Terbawa Longsor, Jam 2 Pagi Dengar Suara Kayu Retak

Kejadian ini bersamaan dengan belasan titik bencana longsor dan banjir lainnya akibat cuaca buruk di Kabupaten Tasikmalaya wilayah Selatan sejak Mingg

Tayang:
Editor: Claudia Noventa
Dok BPBD Kabupaten Tasikmalaya
Sebanyak 13 titik di Kabupaten Tasikmalaya terjadi bencana longsor akibat cuaca buruk, Senin (13/9/2021). 

Mobil Ditarik Puluhan Warga

Puluhan warga bergotong royong mengangkat mobil terjun ke jurang tersebut secara manual ditarik pakai tali tambang besar.

"Alhamdulillah, mobil saya sudah bisa diangkat dari jurang sekarang. Tadi dibantu oleh para warga di sini. Ditarik tadi di jurang pakai tambang oleh banyakan orang. Rusak parah kondisinya soalnya terjungkal terbawa longsor," kata Jajang.

Jajang mengaku mengalami kerugian materil akibat kejadian tersebut ditaksir sekitar Rp 25 juta.

"Iya, yang penting keselamatan jiwa dulu kalau lagi terjadi bencana begini. Kalau rugi mah ditaksir sampai Rp 25 jutaan. Soalnya bodi sama kaca mobil pecah semua, karena terjun memutar mutar ke jurang, terjungkal dan terbalik," pungkasnya.

Baca juga: Terekam CCTV Siswi SMP Izin ke Toilet tapi saat Keluar Gendong Bayi, Dokter dan Perawat Lapor Polisi

Cuaca Buruk di Tasikmalaya

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat sebanyak 18 kejadian bencana alam longsor dan banjir terjadi akibat cuaca buruk dalam sehari pada Senin (13/9/2021).

Sebanyak 5 kejadian banjir di 5 wilayah desa berbeda kecamatan dan 12 lokasi terjadi bencana longsor serta 1 lokasi tanah bergerak di wilayah Selatan Tasikmalaya akibat hujan deras terus mengguyur sejak Minggu (12/9/2021) malam.

"Dalam sehari, kejadian alam sejak kemarin dan Senin dini hari tadi telah terjadi 18 kejadian bencana alam. Yang banyak terjadi adalah longsor dan banjir, dan satu titik pergerakan tanah di daerah Kecamatan Culamega. Korban jiwa tidak ada," jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan, kepada Kompas.com, Senin siang.

Irwan menambahkan, pihaknya sampai sekarang masih menangani bencana alam longsor dan banjir tersebut yang tersebar di 18 lokasi berbeda-beda.

Adapun lokasinya berjauhan dan harus ditempuh hampir 2 sampai 3 jam dari wilayah perkotaan karena semua lokasi bencana di daerah pelosok.

"Sekarang masih dalam penanganan dan sudah bisa ditangani, tinggal satu saja longsor di Desa Girijaya Kecamatan Bojongasih. Tanah jalan terbawa longsor dan tidak bisa dilalui oleh roda dua. Kalau banjir, Alhamdulillah di Cikupa, Kecamatan Karangnunggal sudah mulai surut," tambah Irwan.

Pihaknya pun sampai sekarang masih mendata warga yang terdampak akibat belasan bencana alam yang terjadi dalam sehari tersebut.

Adapun sebagian warga yang terdampak masih ada yang mengungsi karena khawatir kejadian bencana alam akibat cuaca buruk terjadi lagi.

"Banjir sudah surut. Korban terdampak, kami masih melakukan verifikasi," ujar Irwan.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Detik-detik Mobil Boks dan Garasinya Amblas Terbawa Longsor, Pemilik Kaget Saat Bangun Belakang Rumahnya Jadi Jurang

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved