KKB Papua

Paulus Waterpauw Minta Kapolda Papua dan Jajaran Buru KKB Hidup atau Mati

Waterpauw menilai tindakan yang dilakukan KKB  sangat keji dan tak berperikemanusiaan. Kapolda dan jajaran haru buru hidup atau mati.

Editor: Ri
istimewa
Kabaintelkam Polri, Komjen Paulus Waterpauw 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kabaintelkam Polri, Komjen Paulus Waterpauw memerintahkan Kapolda Papua dan jajaran memburu KKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Waterpauw menilai tindakan yang dilakukan KKB  sangat keji dan tak berperikemanusiaan.

"Kapolda dan jajaran harus bisa memburu pelaku, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kabaintelkam Paulus, dalam pesan singkatnya, Kamis (16/9/2021).

Paulus berujar jika KKB berhasil ditangkap, maka kelompok ini tidak terus menerus melakukan kekacauan, kekerasan ataupun sejenisnya.

Baca juga: Komjen Paulus Waterpauw Geram Aksi KKB di Pegunungan Bintang, Ini Katanya.

"Apalagi pemerintah sedang sibuk membangun dan membuka tabir kehidupan masyarakat Papua ke depan," jelasnya.

KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo pada Senin, 13 September 2021 melakukan aksi pembakaran dan menyerang tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Kiwirok.

Baca juga: Komnas HAM Nilai Aksi KKB di Kiwirok bukan Bentuk Perjuangan Papua Merdeka, Tetapi Kriminal Murni

Selain membakar puskesmas, KKB Lamek Taplo juga membakar sekolah, kantor Bank Papua, pasar hingga rumah guru dan tenaga kesehatan.

Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan menyebutkan KKB di Kiwirok menyerang tenaga kesehatan saat melakukan pengobatan gratis bersama warga di pasar.

Baca juga: Pengejaran KKB di Pegunungan Bintang Terhambat karena Cuaca Buruk,

"Aksi brutal KKB ini membuat para nakes menyelamatkan diri. Ada 3 orang nakes yang kena luka tusuk dan babak belur dianiaya KKB," jelas Izak.

Sampai saat ini, satu tenaga kesehatan bernama Gilbert Sokoy masih dikabarkan hilang.

Baca juga: 2 Tenaga Medis Korban Penyerangan KKB Ditemukan, 1 Orang Meninggal dalam Kondisi Tubuh Penuh Luka

Sedangkan Suster Gabriela Meilan (22) ditemukan meninggal dunia.

7 tenaga kesehatan lainnya masih bertahan di Pos TNI Kiwirok untuk menyelamatkan diri.

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved