Opini
Papua Merdeka Adalah Ideologi Sesat
Tulisan ini saya dedikasikan untuk para tenaga medis yang mengabdikan hidupnya untuk Tanah Papua, dan yang telah pergi menghadap Sang Khalik.
Oleh : Albert Ali Kabiay
(Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri Nabire dan Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua)
==================
Pengantar
Berbagai dinamika banyak menuai suatu proses, baik itu positif maupun negatif. Hal tersebut sudah sering terjadi di Provinsi paling timur Indonesia yaitu Papua.
Papua sering di sebut sebagai mutiara hitam yang berkilau, tanah penuh berkat, tanah penuh dengan susu dan madu, dan sorga kecil yang jatuh ke bumi.
Tetapi apakah semua analogi tersebut benar-benar menggambarkan suatu realita yang terjadi di Papua ?
Pertanyaan ini terkadang membuat saya tak bisa tidur pulas, bahkan jika mengingat berbagai kejadian tragis yang terjadi di Papua, maka sudah tentu hal itu seperti sebuah mimpi buruk; pembantaian, pembunuhan, pemerkosaan, pembakaran, hingga penculikan.
Aksi-aksi kekerasan yang terjadi di Papua hanya dipicu oleh sebuah harga ideologi, yaitu "Ideologi Papua Merdeka."
Harga yang sebenarnya tak sama nilainya dengan nyawa manusia, maupun korban materil yang sudah terjadi di tanah ini.
Ideologi Papua Merdeka sendiri sebenarnya merupakan rasa sakit hati yang ditinggalkan Belanda sebagai luka untuk orang Papua.
Padahal sebenarnya Belanda-lah yang tak mau melepaskan Papua ke tangan Indonesia.
Saya tak mau panjang lebar membicarakan sejarah integrasi Papua karena saya sendiri adalah generasi muda Papua yang lahir di era Papua Indonesia.
Artinya, saya sudah merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya sebagai seorang warga negara Indonesia yang legalitasnya tercatat di lembaran negara.
Papua sudah diakui PBB dan oleh negara-negara di dunia sebagai bagian yang sah dari NKRI. Jadi, menurut saya, Ideologi Papua Merdeka adalah sesat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ketua-pemuda-adat-wilayah-ii-saireri-kabupaten-nabire-ali-kabiyai.jpg)