KKB Papua
Kesaksian Nakes Puskesmas Kiwirok: Kejadian Begitu Cepat, KKB Menganiaya Kami Semua
Secara sadis KKB menebas korban dengan menggunakan parang. Lalu dilecehkan. Korban yang sudah melompat ke jurang pun dikejar. Pemerintah diminta aktif
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pekerja kemanusiaan termasuk tenaga kesehatan kerap menjadi korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di daerah pegunungan Papua.
Tindakan mereka bahkan sudah di luar batas kemanusiaan. Langkah penegakan hukum harus segera diambil.
Sebab, pembunuhan secara sadis disertai pembakaran fasilitas publik jadi motiv baru mereka untuk mengacaukan keamanan Papua.
Pada 13 September 2021, sekitar 50 anggota KKB yang dipimpin Lamek Taplo menyerang sejumlah tenaga kesehatan.
Rumah mereka dibakar, demikian juga Puskesmas, sekolah, Bank, Kantor Pemerintahan desa serta fasilitas lainnya di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Baca juga: Legislator Papua Minta Pemerintah Pegunungan Bintang Atasi Persoalan Penyerangan Nakes
Dalam kasus ini, sejumlah tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kiwirok menjadi korban.
Suster Gabriella Meilani (22) tewas dibantai, demikian juga rekannya yang selamat setelah melompat ke jurang kedalaman 300-an meter.
Sementara, seorang mantri lagi bernama Gerald Sokoy belum ditemukan hingga sekarang.
Dalam kesaksiannya, satu di antara korban mengaku harus terpaksa melompat ke jurang untuk menyelamatkan diri saat KKB menyerang mereka.
“Peristiwa itu terjadi begitu saja, tidak ada yang tahu. Mereka sudah terlanjur berada di sini (Puskesmas), kami semua mendapatkan tindakan kekerasan dan penganiayaan dari mereka,” ungkap seorang korban yang tidak mau namanya disebut.
Baca juga: Yevhen Bokhashvili Menghilang Saat Persipura Tahan Imbang Persija, Berikut Alasannya
Bahkan, lanjut dia, secara sadis KKB menebas korban dengan menggunakan parang. Lalu dilecehkan.
Pasca tragedi penyerangan nakes oleh KKB, tokoh masyarakat Distrik Kiwirok, Feri Mimin menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi kelompok separatis tersebut.
“Saya tegaskan KKB itu musuh bagi kami semua, sejak kedatangan KKB, Distrik Kiwirok ini menjadi sangat tidak kondusif. Masyarakat di sini tidak ada yang suka dengan mereka,” ungkapnya.
Feri juga mengaku marah ketika sejumlah fasilitas umum berupa Puskesmas, Bank daerah, hingga sekolah dibakar KKB.
Baca juga: BREAKING NEWS: Jenazah Suster Gabriella Dievakuasi ke Jayapura Hari Ini
“Kiwirok ini butuh tempat-tempat seperti itu. Puskesmas, sekolah, itu tempat yang penting bagi kami masyarakat Kiwirok. Tidak boleh membakar tempat-tempat, saya marah sekali,” ujarnya, geram.
Feri mengutuk aksi KKB tersebut.
Pihaknya menegaskan akan mendukung sepenuhnya upaya aparat keamanan TNI dan polisi untuk segera menindak tegas KKB yang telah melakukan teror bagi masyarakat Kiwirok.
Bila perlu, kata Feri, penambahan aparat keamanan dilakukan di wilayah-wilayah perbatasan terutama Distrik Kiwirok tyang rawan gangguan KKB.
Baca juga: Komandan Operasi KKB Elly Bidana Dilaporkan Tewas dalam Bakutembak di Pegunungan Bintang
“Alam Papua akan balas tindakan mereka, Tuhan juga marah melihat orang-orang perusak seperti mereka. Sepenuhnya kami serahkan penyelesaian ini kepada TNI-Polri, segera saja tindak tegas KKB karena sudah merugikan,” ujarnya.
Pemerintah Pegunungan Bintang Diminta Aktif
Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Tarius Mul mendesak pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang segara mengambil langkah atas insiden penyerangan tenaga kesehatan (nakes) oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok.
Sebab menurut dia, tenaga kesehatan sangat penting dan harus dijaga.
"Pemda ambil langkah-langkah, yang terpenting ada jaminan keselamatan dan keamanan bagi nakes," kata Tarius saat mengunjungi para nakes korban penyerangan KKB, di RS Marthen Indey, Kota Jayapura pada Sabtu (18/9/2021).
Baca juga: 4 Berita Populer: KKB Bakar Fasilitas di Pegubin hingga Oknum Pejabat di Papua Rudapaksa Siswi SMU
Menurut Tarius, para nakes meyampaikan kericuhan tersebut disebabkan oleh kejadian penangkapan terduga anggota KNPB inisial YO dan KO beberapa waktu lalu di Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang.
"Tadi kami dengar sendiri dari nakes yang sedang dirawat," pungkasnya.
Adapun para nakes yang masih menjalani perawatan berjumlah 5 orang. Mereka masih trauma atas Kekerasan KKB yang dialami beberapa hari lalu. (*)