Senin, 15 Juni 2026

Sejarah

Aidit, PKI dan Agresi Militer di Papua

Tuntutan kemerdekaan Papua yang sudah disuarakan sejumlah anasir di Papua saat itu dipandang Aidit sebagai cara-cara memelihara imperialisme. Baca!

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Kader dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). (Dok: Dipa Nusantara Aidit) 

Operasi dengan sandi Mandala tersebut dipimpin Mayjen Soeharto.

Melihat efektifnya Operasi Mandala dan dukungan kuat Blok Timur terhadap operasi itu, Amerika Serikat akhirnya merayu Belanda berunding dan akhirnya menyerahkan Papua ke tangan pengawas internasional dari PBB pada Agustus 1962.

Aidit tak menunda kesempatan menggembar-gemborkan peran PKI dan kaum kiri terkait perebutan Papua.

Dalam tulisan untuk Pravda, surat kabar CC Partai Komunis Uni Soviet pada 13 Oktober 1962, ia memuji kesatuan golongan kiri di Tanah Air maupun internasional terkait perebutan Papua Barat.

Terkait perjuangan dalam negeri, Aidit menyatakan bahwa tanpa bantuan nyata kubu sosialis, “Kaum imperialis Belanda dan Amerika Serikat tidak pernah akan dapat dipaksa untuk menyetujui pemasukan Irian Barat ke dalam kekuasaan Republik Indonesia.”

Sementara untuk dukungan dari luar negeri, Aidit menuliskan, “tak dapat dibayangkan tanpa bantuan yang sungguh-sungguh tidak mementingkan diri dari pihak negeri-negeri Sosialis terutama Uni Soviet."

"Bantuan tersebut, berupa senjata-senjata termodern dan sokongan moral yang sepenuh-penuhnya amat meninggikan daya tempur angkatan bersenjata Republik Indonesia sehingga menjadi lawan yang sungguh-sungguh ditakuti oleh kaum imperialis.”

Dalam tulisan itu, Aidit juga mengklaim partai menyumbang sukarelawan guna bertempur di Papua.

“Berjuta-juta pemuda dan pemudi Indonesia mendaftarkan diri sebagai sukarelawan untuk dikirim ke daerah front Irian Barat guna merintis untuk penancapan kekuasaan Republik Indonesia di Irian Barat,”klaim Aidit.

Ia juga mendaku, upaya buruh-buruh dalam organisasi sayap PKI mengambil alih perkebunan, pabrik, dan tambang yang dikuasai perusahaan Belanda pada Desember 1957 satu rangkaian dalam upaya perebutan Papua.

Pola pikir Aidit dan propagandanya sama sekali tak memberikan tempat bagi kemungkinan bagi Papua menjadi negara merdeka.

Tuntutan kemerdekaan Papua yang sudah disuarakan sejumlah anasir di Papua saat itu dipandang Aidit sebagai cara-cara “memelihara imperialisme Belanda di Irian Barat dengan meminjam tangan-tangan pribumi.”

Mantra soal peran besar PKI dalam perebutan Papua juga berulang kali dirapalkan Aidit.

“Perjuangan gagah berani daripada rakyat dan anggota-anggota partai kita telah menyebabkan bebasnya Irian Barat dan dicabutnya SOB yang terkutuk itu,” kata Aidit dalam pidatonya dalam sidang pleno CC PKI pada 25 Desember 1963.

Sejarah kemudian mencatat, setelah upaya kup gagal pada 1965 dan pembubaran PKI yang menyusul, justru pihak-pihak di seberang PKI yang menangguk untung dari perebutan Papua yang diklaim atas jasa partai tersebut.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
Live
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved