Kamis, 9 April 2026

Papua Terkini

Ini Klarifikasi Aksi Benturan Mahasiswa Puncak di Jayapura

Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Puncak Se-Kota Studi Jayapura (KMPP) mengklarifikasi kejadian saling serang

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Hendrik R Rewapatara
Suasana Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Puncak Se-Kota Studi Jayapura (KMPP) mengklarifikasi kejadian saling serang antara mahasiswa dan pengurus 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Puncak Se-Kota Studi Jayapura (KMPP) mengklarifikasi kejadian saling serang antara mahasiswa dan pengurus yang terjadi pada Senin (20/9/2021) lalu di Waena.

Aksi tersebut dilakukan guna menuntut badan formatur dan pengurus segera melakukan reorganisasi sejak berakhirnya masa kepemimpinan pengurus lama sejak 2019 silam.

Baca juga: Masyarakat Sorong Papua Barat Deklarasi Amran Sulaiman Menjadi Wapres RI 2024

Perwakilan Ketua Ikatan 8 Distrik, Atis Kogoya mengatakan telah melakukan pemalangan asrama di Jayapura hingga saling serang (baku pukul).

“Aksi pemalangan hingga baku pukul terjadi karena badan formatur molor waktu, dan itu bentuk dari desakan kami mahasiswa Puncak untuk melahirkan pemimpin baru,"katanya kepada Tribun-Papua.com, Jumat (24/9/2021) malam.

Baca juga: Kasatgas Ops Deraku Cartenz : Personil Sudah Siap Amankan PON XX Papua

Dalam kesempatan ini juga, ia meminta maaf atas aksi yang telah dilakukan pihaknya sempat viral di media sosial.

“Aksi yang kami lakukan itu sempat viral sampai di Puncak, di Papua sampai di luar Papua. Dan itu dilihat oleh pemerintah, alumni, senior, jadi kami meminta maaf dan tidak terulang lagi,"ujarnya.

Sementara itu, Yato Murib perwakilan mahasiswa mengatakan aksi yang telah terjadi itu tidak dibawa keluar organisasi.

Baca juga: Laporcovid-19 Soroti Vaksinasi di Papua Jelang PON XX: Dosis Kedua Baru 13,9 Persen

“Aksi yang sudah terjadi itu antara kami mahasiswa Puncak saja, saya minta tidak dibawa keluar dari KMPP, karena kami sudah lakukan klarifikasi dan evaluasi hari ini,"katanya.

Ia berharap, musyawarah nantinya akan berjalan lancar tanpa kepentingan apapun.

"Mari kita sama-sama dorong kegiatan ini sampai melahirkan pemempin baru,"tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved