Banjir di Sentani
Ancaman Banjir Bandang Sentani: Mengapa Bersifat Permanen dan Bisa Berulang?
Prihanto menjelaskan selain cuaca ekstrem, terdinya longsor di Cycloops karena kondisi kemiringan lereng yang mencapai 30-40 derajat.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Ringkasan Berita:
- Gunung Cycloop yang berada di kawasan di Kabupaten Jayapura terdiri dari batuan ultramavik dan metamorfik yang mudah rusak karena usianya mencapai 50 juta tahun.
- Adapun, kedua batuan ini bukan berasal dari daratan tetapi dasar laut yang kemudian terangkat secara tektonik (geologi) menghasilkan pegunungan. Bebatuan ini juga rapuh karena kondisi lereng yang terjal.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Bencana banjir bandang di kawasan Cycloop dinilai bersifat permanen dan akan terus berulang secara periodik.
Dosen Teknik Geologi Universitas Cendrawasih, Dr. Prihananto Setiadji, mengungkapkan kombinasi kemiringan lereng yang ekstrem dan intensitas hujan tinggi menjadi pemicu utama yang dapat memindahkan lokasi bencana sewaktu-waktu.
"Ini mengacu pada kesimpulan Badan Geologi Kementerian ESDM tahun 2019, bencana banjir bandang," katanya, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/4/2026).
Prihananto menjelaskan, prioritas utama yakni melakukan pemantauan cuaca secara berkala untuk memantau fluktuasi intensitas hujan selama sepekan. Jika intensitasnya meningkat hingga mendekati 100 milimeter, hal tersebut harus menjadi alarm peringatan semua pihak.
"Apabila curah hujan mulai mendekati ambang batas 100 milimeter, maka lokasi yang dulu terkena bencana segera dikosongkan," ujarnya.
Baca juga: Hujan Ekstrem Rendam Sentani Jayapura, Status Siaga Darurat Disiapkan
Ia memaparkan, pada bencana 2019 silam terjadi saat intensitas hujan mencapai skala 140-152 milimeter atau ketinggiannya mencapai 1,5 meter.
"Hal ini normal jika terjadi dalam satu bulan tetapi kala itu hanya dalam satu hari."
Katanya, curah hujan tinggi dampaknya terlihat dari volume air Danau Sentani yang mengalami kenaikan bahkan telah merendam sebagian pemukiman di wilayah di pesisir danau.
Proses Erosi dan Transportasi Sedimentasi
Prihanto menjelaskan bahwa selain cuaca ekstrem, terdinya longsor di Cycloop karena kondisi kemiringan lereng yang mencapai 30-40 derajat.
Topografi ini paling berpotensi terjadinya longsor.
"Misalnya kita berdiri di Kampung Sereh, naik 1 kilometer keatas suhunya 20 derajat sampai di air terjun 30 derajat, kalau naik lebih dari itu 40 derajat. Itu ibarat lutut ketemu dada," ujarnya.
Dijelaskan, Gunung Cycloop yang berada di kawasan di Kabupaten Jayapura terdiri dari batuan ultramavik dan metamorfik yang mudah rusak karena usianya mencapai 50 juta tahun.
| Banjir Meluas, Kabupaten Jayapura Menuju Status Siaga Darurat Bencana |
|
|---|
| BPBD Temukan Sedimen di Cyclops, Banjir Bandang Sentani 2019 Berpotensi Terulang |
|
|---|
| Bupati Yunus Wonda: Dalam Nama Tuhan, Jangan Sampai Banjir Bandang 2019 Kembali Menyapa Jayapura |
|
|---|
| Perumahan di Sentani Teredam Banjir, Warga Keluhkan Developer Tak Bangun Talud: Sungai Meluap! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/NA-ALAM-Potret-lokasi-longsor-Kali-Kemi.jpg)