Selasa, 21 April 2026

Banjir di Sentani

Ancaman Banjir Bandang Sentani: Mengapa Bersifat Permanen dan Bisa Berulang? 

Prihanto menjelaskan selain cuaca ekstrem, terdinya longsor di Cycloops karena kondisi kemiringan lereng yang mencapai 30-40 derajat.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
BENCANA ALAM - Potret lokasi longsor Kali Kemiri. Foto diambil saat persentase Kepala BKSDA Papua di Kantor Balai BKSDA Papua di Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Cycloop yang berada di kawasan di Kabupaten Jayapura terdiri dari batuan ultramavik dan metamorfik yang mudah rusak karena usianya mencapai 50 juta tahun.
  • Adapun, kedua batuan ini bukan berasal dari daratan tetapi dasar laut yang kemudian terangkat secara tektonik (geologi) menghasilkan pegunungan. Bebatuan ini juga rapuh karena kondisi lereng yang terjal.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Bencana banjir bandang di kawasan Cycloop dinilai bersifat permanen dan akan terus berulang secara periodik.

Dosen Teknik Geologi Universitas Cendrawasih, Dr. Prihananto Setiadji, mengungkapkan kombinasi kemiringan lereng yang ekstrem dan intensitas hujan tinggi menjadi pemicu utama yang dapat memindahkan lokasi bencana sewaktu-waktu.

"Ini mengacu pada kesimpulan Badan Geologi Kementerian ESDM tahun 2019, bencana banjir bandang," katanya, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/4/2026).

Prihananto menjelaskan, prioritas utama yakni melakukan pemantauan cuaca secara berkala untuk memantau fluktuasi intensitas hujan selama sepekan. Jika intensitasnya meningkat hingga mendekati 100 milimeter, hal tersebut harus menjadi alarm peringatan semua pihak.

"Apabila curah hujan mulai mendekati ambang batas 100 milimeter, maka lokasi yang dulu terkena bencana segera dikosongkan," ujarnya.

Baca juga: Hujan Ekstrem Rendam Sentani Jayapura, Status Siaga Darurat Disiapkan

Ia memaparkan, pada bencana 2019 silam terjadi saat intensitas hujan mencapai skala 140-152 milimeter atau ketinggiannya mencapai 1,5 meter.

"Hal ini normal jika terjadi dalam satu bulan tetapi kala itu hanya dalam satu hari."

Katanya, curah hujan tinggi dampaknya terlihat dari volume air Danau Sentani yang mengalami kenaikan bahkan telah merendam sebagian pemukiman di wilayah di pesisir danau.

Proses Erosi dan Transportasi Sedimentasi

Prihanto menjelaskan bahwa selain cuaca ekstrem, terdinya longsor di Cycloop karena kondisi kemiringan lereng yang mencapai 30-40 derajat.

Topografi ini paling berpotensi terjadinya longsor.

"Misalnya kita berdiri di Kampung Sereh, naik 1 kilometer keatas suhunya 20 derajat sampai di air terjun 30 derajat, kalau naik lebih dari itu 40 derajat. Itu ibarat lutut ketemu dada," ujarnya.

DANAU SENTANI MELUAP - Kondisi di sekitar Dermaga Kalkhote yang terendam air Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
DANAU SENTANI MELUAP - Kondisi di sekitar Dermaga Kalkhote yang terendam air Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. (Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita)

Dijelaskan, Gunung Cycloop yang berada di kawasan di Kabupaten Jayapura terdiri dari batuan ultramavik dan metamorfik yang mudah rusak karena usianya mencapai 50 juta tahun.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved