Minggu, 10 Mei 2026

PON XX Papua

Tim Sepatu Roda DKI Jakarta Kembali Sumbang Medali Emas di PON XX Papua

Tim Sepatu Roda DKI Jakarta kembali menambahkan koleksi medali kontigennya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Tayang:
Dok. Humas KONI DKI Jakarta
Tim Sepatu Roda DKI Jakarta Kembali Sumbang Emas 

TRIBUN-PAPUA.COM - Tim Sepatu Roda DKI Jakarta kembali menambahkan koleksi medali kontigennya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Pada lomba nomor relay 3000 meter putri dan putra di Klementinal Roller Sport Arena, Kamis (30/9/2021), DKI menambah satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.  

Dengan tambahan satu medali emas, maka tim sepatu roda DKI Jakarta sudah mengoleksi 10 medali emas untuk kontingen DKI Jakarta.

Baca juga: Bisa Tampung Lebih dari 40000 Orang Lebih, Ini Maksimal Jumlah Penonton PON XX Papua

Baca juga: PON XX Papua 2021 Dimeriahkan Sebanyak 140 UMKM Orang Asli Papua, Ada Tas Noken hingga Sarang semut

Masih ada tiga nomor pertandingan lagi yang akan memperbutkan 6 medali Emas.

Bila dapat menambah 2 medali emas lagi, maka Tim Sepatu Roda DKI Jakarta sudah mencapai target 12 Medali Emas.

Namun pelatih Faisal Norman berharap hasil di tiga nomor putra putri terakhir bisa melebihi target.

Pada final 3 relay 3000 meter putri medali emas diraih Alifia Meidia Namasta dkk dari DKI Jakarta dengan catatan waktu 4.40.022 detik.

Disusul medali perak Tim Sepatu Roda Papua dengan catatan waktu 4.41.300 detik, dan medali perunggu Jawa Barat dengan catatan waktu 4.41.486 detik.

Baca juga: Tangisan Warnai Kemenangan Tim Softball Putra Papua di PON XX

Sementara medali perunggu diraih Latisha Luna Sasmito di nomor ITT 300 meter putri.

Pada nomor relay 3000 meter putra yang sebenarnya juga ditargetkan untuk meraih medali emas, meleset dan Barijani Mahesa Putra dan dkk hanya meraih medali perak dengan catatan waktu 4.19.260 detik.

Medali emas nomor ini direbut Jawa Timur dengan 4.19.225 detuk dan medali perunggu direbut Jawa Barat dengan 4.23.320 detik.

Syah Aria Fikri Prasetiya Bogar usai lomba mengatakan, ia mis pada tikungan dua lap terakhir, karena terjebak lintasan dalam yang bergelombang.

Di tikungan tersebut Bogar disalip atlet Jawa Timur dan mereka terus melaju hingga finis.

“Misnya di saya tadi. Di tikungan bagian dalam lane-nya bergelombang sehingga memperlambat laju lari saya,” kata Bogar.

(*)

Berita PON XX Papua lainnya

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved