Breaking News:

KKB Papua

5 Pelaku Penyerangan Posramil Kisor Maybrat Ditangkap

Saat diperiksa petugas, AK dan RY mengaku ikut rapat bersama para pelaku di rumah Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Tribun-Papua.com/Kompas.com
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi . (Maichel KOMPAS.com) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Personel gabungan TNI-Polri menangkap lima pelaku penyerangan Pos Koramil Kisor yang menyebabkan empat prajurit TNI gugur pada 2 September 2021.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi mengatakan, penangkapan kelima pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO) itu dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat.

Kelima pelaku itu berinisial YK, LK, AY, AK, dan RY.

Kini, total ada tujuh orang yang ditahan terkait kasus tersebut di Polres Sorong Selatan. Adam mengatakan, awalnya polisi mendapat informasi mengenai keberadaan YK pada 27 September. 

"Tim gabungan TNI Polri menangkap yang bersangkutan di perbatasan Klamono saat hendak melarikan diri," kata Adam saat menyampaikan rilis pada Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Sehari Jelang PON XX, 20 Daerah di Papua Nol Kasus Aktif Harian Covid-19, Kok Bisa ?

Setelah itu, pasukan gabungan kembali menangkap enam orang di daerah Kokas pada 28 September 2021. Dalam penangkapan itu, dua DPO diringkus, yakni AK dan RY.

Saat diperiksa petugas, AK dan RY mengaku ikut rapat bersama para pelaku di rumah Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Mereka juga ikut melakukan penyerangan dan penganiayaan.

Baca juga: PON Berlangsung, Komjen Paulus Waterpauw Bertemu Para Tokoh Papua, Ada Apa ?

"Lalu AK, dia mengaku melakukan pemarangan terhadap personel TNI yang sedang tidur, sementara RY melakukan dua kali, pertama tugasnya memantau dan menganiaya personel TNI di kamar nomor dua," katanya.

Sementara itu, empat orang yang ditangkap lainnya dimintai keterangan.

Baca juga: Waspada Kemacetan, Simak Rute Kirab Api PON XX di Kota Jayapura

Dari empat orang itu, polisi mengetahui salah satu pelaku berinisial LK terlibat dalam kasus tersebut.

LK tak masuk dalam DPO. Namun, berdasarkan keterangan pelaku lainnya, LK terlibat dalam penyerangan tersebut. Polisi menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini, yakni LK dan YK.

Mereka disangka Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan subsiden Pasal 338 dengan ancaman hukuman mati atau penjara 20 tahun.

Adam memastikan, tim gabungan TNI Polri terus memburu 14 DPO dalam kasus penyerangan Pos Koramil Kisor tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polda Papua Barat Tangkap 5 Pelaku Penyerangan Pos Koramil Kisor",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved