PON XX Papua
Kakak Beradik Asal DKI Sabet 2 Medali Emas Pada Cabor Judo PON XX Papua
Sang Kaka, Gerald C George Pantouw turun pada laga kelas -81 Kg, sementara sang adik Gregory Ignagcito Jeremy Pantouw bertanding di kelas -90 Kg.
Penulis: Ri | Editor: Roy Ratumakin
Laporan wartawan Tribun-Papua.com - Ridwan Abubakar
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Dua atlet Judo kakak beradik asal Jakarta berhasilmenyabet dua medali emas pada klas pertandingan 81 dan 90 Kg, di Gor Emeneme, Kabupaten Mimika, Kamis (30/9/2021) malam.
Sang Kaka, Gerald C George Pantouw turun pada laga kelas -81 Kg, sementara sang adik Gregory Ignagcito Jeremy Pantouw bertanding di kelas -90 Kg.
Atas prestasi ini, Gerald dan Gregory mengucapkan syukur kepada Tuhan karena berkat pertolongan-Nya membuat kedua sama-sama menjadi juara di PON XX Papua.
Dua bersaudara ini sering berlatih bersama sekaligus sebagai teman sparring untuk penguasaan tekni, seperti teknik sukari atau randori, lalu saling memberikan masukan.
"Pernah sih juara paling di Kejuaraan Nasional tapi sejauh ini event terbesar yang bareng-bareng itu PON. Kemarin sempat abang saya ikut Sea Games, saya gak ikut, giliran saya ikut abang gak ikut. Tapi sekarang kita sama-sama di multi event dan bareng- bareng juara satu," jelas Gregory saat jumpa pers usai menerima medali.
Gerald mengakui pertandingan final melawan I Kadek Pasek Krisna dari Jawa Barat baru bisa mencetak kemenangan dalam waktu 17 menit merupakan hal yang cukup sulit.
"Kurang lebih 17 menit itu mata sudah kunang-kunang. Tentunya tadi menggunakan taktik dan strategi, karena kalau misalnya judo itu kita ibaratnya kalau bertanding kita juga harus menggunakan otak tidak semata-mata otot," jelas Gerald.
Meskipun sudah mendapat emas perseorangan, kakak beradik ini masih melanjutkan laga kelas beregu campuran pada 3 Oktober nanti.
Pada laga itu, ia bertekad menyumbangkan emas. Dan jika Tuhan berkehendak keduanya dipersiapkan untuk ikut dalam Sea Games beberapa waktu mendatang.
Sementara mengenai kesannya di Papua ia suka langitnya masih cerah ketimbang Jakarta. Sementara sang kakak lebih suka pinang, menurutnya sesuatu yang khas dan unik di Papua.
"Kalau saya satu yang saya suka dari Papua, langitnya masih bersih. Jadi, kaya misalnya kalau ke Jakarta, kita foto langit itu pasti kaya berkabut hitam. Di sini benar benar cerah banget," ungkap Gregory. (*)