PON XX Papua
Pentas Seni Kirab Obor PON XX di Merauke, Mama-mama Papua
"Noken yang saya jual ini modelnya bermacam-macam, ada noken dari Wamena, Merauke, dan Asmat" kata Frederika Debat Ndiken.
Kontributor Tribun Network di Merauke, Nasrun Labata
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Pentas seni kirab obor Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang bertempat di Kapsul Waktu, Merauke tampak beberapa stand menghiasi area pementasan.
Stand tersebut adalah stand milik mama-mama Papua yang menjual hasil karya mereka sperti tas Noken, topi penghias kepala, gantungan kunci tifa, dan beberapa kerajinan lainya.
Baca juga: Sehari Jelang PON XX, 20 Daerah di Papua Nol Kasus Aktif Harian Covid-19, Kok Bisa ?
Kerajinan yang mereka jual ini hasil dari buatan atau rajutan tangan mereka sendiri.
Harga yang dijual pun bervariasi, ada yang dibandrol seharga Rp 350 ribu hingga Rp1 juta. Semua tergantung kualitas rajutan dan variasi tas atau hiasan kepala.
"Noken yang saya jual ini modelnya bermacam-macam, ada noken dari Wamena, Merauke, dan Asmat" kata Frederika Debat Ndiken kepada Tribun Network, Jumat (1/10/2021).
Frederika Debat Ndiken juga mempunyai sangar atau tempat jualan tas Noken dan pernak pernik lainya khas Paua, bertempat di Pasar Baru, Merauke. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/01102021-frederika-debat-ndiken-1.jpg)