Rabu, 8 April 2026

PON XX Papua

Atlet Aeromodelling Papua Gagal Rebut Emas Kelas OHLG Putri

"Pada ronde ke-4, saya salah memilih pesawat yang mengakibatkan kehilangan banyak poin" kata Atlet Papua, Nanik Nofianti.

Penulis: Ri | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Ridwan Abubakar Sangaji
Zainal Widyanto (kiri), David Gunawan Pelatih (tengah), Nanik Nofianti (kanan) saat berfoto bersama usai pertandingan di venue aeromodelling SP-5 Timika. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Ridwan Abubakar

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Meski tidak mempersembahkan medali emas pada cabang olahraga Aeromodelling kelas Outdoor Hand Launch Glider (OHLG) putri, Senin (4/10/2021) kemarin.

Atlet Papua, Nanik Nofianti berkomitmen akan meraih perolehan medali emas untuk Papua di kelas F1A putri dan free flight F1H open cabor aeromodelling yang akan digelar pada Selasa (5/10/2021) di venue aeromodelling SP-5 Timika.

Ia pun menerangkan kegagalan untuk merebut emas kelas Outdoor Hand Launch Glider (OHLG) putri, lantaran dirinya salah dalam memilih pesawat yang dipakainya.

Baca juga: Jabar Rebut Medali Emas Lari Kelas 5000 Meter, Papua Tersungkur

"Pada ronde ke-4, saya salah memilih pesawat yang mengakibatkan kehilangan banyak poin," ujarnya saat ditemui di venue aeromodelling SP-5 Timika, Selasa (5/10/2021) pagi.

Sementara itu diikutip dari Humas Sub PB PON Mimika, hasil yang diraih Nanik sebenarnya terbilang luar biasa, pasalnya selama 3 dari 6 ronde yang dipertandingkan dirinya sempat mengungguli pesaing-pesaingnya.

Namun pada ronde ke 4, kesalahan dalam memilih pesawat membuatnya kehilangan banyak poin.

Pada ronde ke 5 dan 6, Nanik mencoba untuk menunjukan taringnya dengan mencatat poin sempurna yakni 120 pada ronde tersebut, namun pesaing terdekatnya Dicka Cahya Putri juga menorehkan poin sempurna, sehingga kedua atlet tersebut menorehkan poin yang sama yaitu 360 poin.

Karena poin dari Nanik dan Dicka sama, alhasil pertandingan harus dilanjutkan dengan babak fly off untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan medali emas cabor aeromodelling kelas OHLG putri.

Baca juga: Pemain Basket Putri DKI Jakarta Terpapar Covid-19 di PON XX di Timika

Pada babak fly off ini, peserta yang poinnya sama harus diundi terlebih dahulu dan nanik mendapat undian di pool 1 yang membuat kondisinya kurang menguntungkan karena harus berdekatan dengan pepohonan.

Hal ini juga dikatakan oleh pelatih Aeromodelling Papua, David Gunawan seusai pertandingan.

"Padahal pesawat kita yang terbang lebih tinggi, namun karena kita lebih dekat dengan pohon sehingga tabrak pohon, tadi kalau masih luas kita bisa menang," ujarnya.  (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved