G30S PKI
Petaka G30S PKI dan Kekuasaan Soekarno Dilucuti
Pengepungan Istana oleh tentara tidak dikenal itu merupakan sesuatu yang menakutkan bagi Soekarno. Kekuasaan Soekarno dilucuti.
Buktinya di peringatan HUT RI pada 17 Agustus 1966, ia menyampaikan pidato yang berjudul "Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah".
Dalam pidato "Jas Merah" itu, Soekarno secara tidak langsung mengungkapkan Supersemar disalahtafsirkan untuk mengakhiri keuasaannya.
Baca juga: Kesaksian Tokoh Agama di Lubang Buaya Terkait Peristiwa Gerakan 30 September 1965: Kelam
Namun pidato Soekarno itu seolah tak ada artinya karena tak mampu mengubah situasi politik yang telah dikuasai Soeharto.
Perlawaan kembali dilakukan Bung Karno lewat pidatonya yang berjudul "Nawaksara".
Namun pidato pertanggungjawaban itu ditolak oleh MPRS.
Di pidato tersebut, Soekarno bersikeras tak mamu membubarkan PKI.
Baca juga: DN Aidit, Boven Digoel, dan Puncak Indonesia Merdeka
Soekarno mengatakan kemelut G30S PKI sejatinya disebabkan oleh tiga aspek.
Pertama, karena pimpinan PKI yang keblinger.
Kedua, diakibatkan oleh tindakan subversif Neokolim, yakni adanya pihak asing yang diduga sudah masuk ke Indonesia seperti CIA.
Ketiga, adanya oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Entah ini maksudnya adalah Soeharto atau bukan. Hal itu tidak dikatakan oleh Soekarno," tutur Asvi. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Peristiwa Kelam G30S/PKI dan Awal Mula Kekuasaan Soekarno Dilucuti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kisah-soekarno-berhenti-berpidato.jpg)