Kericuhan di Yahukimo
Tokoh Gereja GIDI di Jayapura Prihatin Ricuh Yahukimo: Provokator Harus Diungkap
Konflik horizontal antar warga yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua, membuat Tokoh Gereja GIDI di Jayapura prihatin.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Konflik horizontal antar warga yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua, membuat Tokoh Gereja GIDI di Jayapura prihatin.
Apalagi kericuhan tersebut telah merenggut nyawa, dan 41 luka-luka.
"Kami turut prihatin dan peduli terhadap kerusuhan di Yahukimo, sehingga menyebabkan nyawa melayang sia-sia," kata Yarius Balingga, Tokoh Gereja GIDI di Jayapura, Kamis (7/10/2021).
Salah satu senior masyarakat Suku Yali itu, juga menegaskan aktor yang menjadi provokator harus diusut tuntas oleh pihak berwajib.
"Aktor provokator itu harus diusut dan ditangkap," pintanya.
Baca juga: Kisah Chambali Anggota Banser Jadi Algojo PKI, Murka Karena Ulama Dinista
Dirinya juga sangat menyayangkan perbuatan tidak ber-perikemanusiaan yang dilakukan dan menelan informasi mentah-mentah.
"Kami sebagai bagian dari korban, lebih khususnya wilayah dari Suku Yali, merasa prihatin sekali dengan kejadian di sana," sambungnya.
Meski kisruh yang terjadi tersebut sudah didamaikan oleh pihak gereja, namun menurut Yarius para aktor dan pelaku harus dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.
Baca juga: Sosiolog UI Ungkap Informasi Hoaks Penyebab Konflik di Yahukimo Papua Pecah
"Nyawa manusia itu tidak bisa dihilangkan oleh manusia lainnya, hanya Tuhan yang punya kuasa untuk itu," tegasnya.
Yarius menyebutkan, dari kejadian naas itu, 4 orang meninggal dan 41 orang mengalami luka-luka.
Pihaknya juga meminta kejelasan dari otoritas keamanan, untuk menyelidiki tuntas siapa yang mengirimkan informasi dan menghasut masyarakat, serta yang terlibat saat kejadian itu.
Sebelumnya diketahui, kerusuhan antar warga terjadi di Kabupaten Yahukimo pada Minggu (3/10/2021).
Baca juga: BMKG: Waspada Gelombang Laut di Wilayah Papua Hari Ini, Cek Daerah Anda
Peristiwa bermula ketika masyarakat Suku Kimyal dengan komando kepala sukunya, membawa sejumlah peralatan tajam dan menyerang Suku Yali di gereja dan beberapa titik di Distrik Dekai.
Pada saat itu, masyarakat Suku Kimyal membawa alat tradisional yakni panah dan parang, serta alat tajam lainnya, untuk menyerang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/yarius-balingga.jpg)