Sosok Jill Mandagie

Kisah Jill Mandagie Mengenal Tinju, Sempat Tak Direstui Mama hingga Jadi Juara Piala Presiden 2019

Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia rutin menonton gelaran pertandingan tinju di kampungnya, yang diadakan oleh seorang Marinir

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Kisah Jill Mandagie Mengenal Tinju, Sempat Tak Direstui Mama hingga Jadi Juara Piala Presiden 2019
Jill Mandagie for Tribun-Papua.com
SOSOK - Petinju Jill Mandagie (25) yang sempat tidak mendapat restu dari sang ibu untuk terjun di dunia Tinju, hingga akhirnya meraih medali emas di ajang Piala Presiden 2019, Minggu (10/10/2021).

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Petinju DKI Jakarta, Jill Mandagie (25) yang menjadi bulan-bulanan massa, saat kontra melawan Lucky Mira A Hari dari NTT di kelas 56 kg Cabor Tinju PON XX Papua, memiliki kisah panjang dalam perjalanannya di dunia tinju. 

Ricuh di Venue Tinju PON Papua, Marciano Norman: Jangan Sampai Terulang Lagi

Dilahirkan di Sorong 31 Juli 1996, Jill merupakan anak kedua dari pasangan Didi Mandagie dan Syane Tamasiro. 

Semenjak kecil, ia diasuh oleh ibunya lantaran ayahnya, sudah tak bersanding bersama sang mama. 

Tumbuh dan berkembang di daerah pesisir Kecamatan Kema Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara, Jill sering bermain di Pantai Firdaus dan melihat para petinju pantai beraksi. 

Pada tahun 2009, Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia rutin menonton gelaran pertandingan tinju di kampungnya, yang diadakan oleh seorang Marinir. 

295 Personel TNI-Polri Amankan Pertandingan Tinju PON XX di Gor Cenderawasih Jayapura

Kala sering menyaksikan perlombaan tinju itu, ia mengidolakan salah satu petinju lokal yang bermain saat itu, bernama Rodiv Mandak. 

Kecepatan dan ketepatan pukulan yang dimainkan Rodiv Mandak, membuat Jill terkesima dan selalu menantikan penampilan idolanya itu di setiap kesempatan. 

Seiring intensitasnya menonton pertandingan tinju, ia ditemui salah seorang penyelenggara dan menawarkannya untuk mencoba bermain tinju.

Satu Lagi Medali dari Tinju untuk Sulut di PON XX Papua, Farrand Menang TKO atas Petinju Riau

"Kamu badan bagus begini nak, ayo latihan jadi petinju," kata seorang penyelenggara dengan nada bercanda, pada Jiel kecil waktu itu. 

Jiel mengatakan saat itu dirinya masih ragu, untuk mencoba latihan. Beberapa hari kemudian, saat ia bersekolah, ia dipukul oleh teman-teman sebayanya, namun apa daya ia tak mampu membalasnya. 

Momen itulah yang memantik dirinya untuk belajar bela diri, yakni tinju. Tak butuh waktu lama, sepulang sekolah, ia langsung bergegas menemui pelatih tinju di kampungnya, dan mulai berlatih.

PON Terakhir, Danangsyah: Saya Ingin Persembahkan Medali Emas untuk NTB

Selama seminggu, ia mulai mempelajari teknik-teknik dasar, cara memukul dan menghindari pukulan. 

Pada awalnya, harus diakui Jill latihan kerasnya itu membuat badannya sakit, karena memang tubuhnya sedang beradaptasi dengan suatu kebiasaan baru. Apalagi Jill yang sebelumnya sering bermain bola dan lari, mulai menyukai berlatih Tinju. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved