Breaking News:

Peparnas XVI Papua

UMKM Ikatan Perempuan Tobati Harap Kembali Dilibatkan Dalam Momen Peparnas

UMKM Ikatan Perempuan Tobati berharap setelah momen PON XX, pemerintah lebih memperhatikan keterlibatan masyarakat asli Jayapura di momen Peparnas.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
UMKM Ikatan Perempuan Tobati berharap dapat kembali dilibatkan dalam event selanjutnya, misalnya Peparnas mendatang, Selasa (12/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - UMKM Ikatan Perempuan Tobati berharap setelah momen PON XX, pemerintah lebih memperhatikan keterlibatan masyarakat asli Jayapura di momen Peparnas mendatang.

Hal itu diungkapkan perwakilan UMKM Ikatan Perempuan Tobati Temmy Hababuk (32) saat ditemui Tribun-Papua.com di pelataran Venue Dayung, Teluk Youtefa Jayapura.

"Kami berharap agar ke depan, event-event selanjutnya, dapat diberikan kesempatan yang lebih besar lagi untuk kami, masyarakat asli di Kota Jayapura," pintanya.

Baca juga: Jabar Semakin Kokoh, Siti Heroni Sabet Medali Emas di Cabor Angkat Berat Kelas 63 KG Putri

Temmy mengatakan walaupun sudah ada yang terlibat dalam UMKM PON XX, tetapi masih banyak yang belum diberikan kesempatan untuk berpartisipasi menjajakan produk hasil karyanya.

Sebagai masyarakat asli Kota Jayapura, Temmy mengapresiasi langkah pemerintah, yang sejauh ini sudah mengupayakan pihaknya untuk bergabung dan memiliki stand di Venue Dayung PON XX.

Adapun produk yang dijual oleh Ikatan Perempuan Tobati, yakni Tas Noken mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 700.000.

Sementara, khusus untuk Noken Kulit Kayu Sentani dibanderol dengan harga Rp 50.000 sampai 100.000, disesuaikan dengan ukurannya.

Lain halnya dengan Noken asli yang dijual dengan kisaran Rp 100.000 untuk ukuran sedang, dan Noken asli berukuran besar Rp 300.000.

UMKM Ikatan Perempuan Tobati juga menjajakan aksesoris, yakni anting-anting dari Rp 10.000 sampai Rp 30.000.

Baca juga: Klasemen Sementara Medali PON XX Papua Hari Ini: Jabar Nyaris Cetak 100 Emas, Ini Posisi Tuan Rumah

Kemudian Sisir tempurung kelapa Rp 30.000 dan bambu Rp 50.000, ada pula Gelang Akar Bahar yang dihargai Rp 100.000 per gelangnya.

Adapun, untuk produk tempat tisu dari rajutan khas Rp 100.000, dan tempat tempat botol minuman dari rajutan Rp 75.000.

"Dari hari pertama kita berjualan di sini (Venue Dayung, pendapatan sudah dapat Rp 8 juta," imbuhnya.

Ditanya soal kontingen mana saja yang banyak membeli oleh-oleh PON XX di lapaknya, Temmy menyebutkan Kontingen Sulawesi Tenggara dan Maluku paling banyak membeli Tas Noken, dalam jumlah banyak. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved