Breaking News:

3 Fakta Ayah Aniaya Anak hingga Tewas, Disebut Jatuh saat Main Layangan hingga Makam Dibongkar

Ayah kandung berinisial INK (32) mengungkapkan alasannya melakukan penganiayaan pada anaknya, IKS (13) hingga tewas.

Editor: Claudia Noventa
Kompas.com
ILUSTRASI - Ayah kandung berinisial INK (32) mengungkapkan alasannya melakukan penganiayaan pada anaknya, IKS (13) hingga tewas. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Ayah kandung berinisial INK (32) mengungkapkan alasannya melakukan penganiayaan pada anaknya, IKS (13) hingga tewas.

Diketahui, pelaku yang berasal dari Banjar Dinas Babakan Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, itu kini telah ditetapkan tersangkap oleh Polres Karangasem.

"Pelaku (IKN) tega melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia karena sebelumnya korban dari pagi bermain layang-layang dan tidak membantu orang tua menyabit rumput sehingga pelaku marah dan memukul korban," kata Kapolres Karangasem AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10/2021).

Kasus ini terungkap setelah polisi membongkar makam IKS karena pihak keluarga curiga dengan kematian korban.

Baca juga: Ayah Aniaya Anak hingga Tewas Gara-gara Main Layangan, Pelaku Kesal Korban Tak Bantu Cari Rumput

Baca juga: Ayah Sebut Anaknya Tewas Terjatuh saat Main Layanan, saat Makam Dibongkar Terungkap Fakta Lain

Dipukul setelah Main Layang-layang

Ricko menyebutkan, peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh INK terjadi pada pada September 2021.

Saat itu, IKS baru pulang dari sawah usai bermain layang-layang.

INK yang emosi karena korban menolak membantunya untuk mencabut rumput di sawah.

Dia pun langsung memukul INS dengan sebuah tongkat bambu yang memiliki panjang 148 cm dan pedang mainan berbahan kayu yang memiliki panjang 56 cm.

Saat kejadian, saksi yang melihat yaitu ibu korban sendiri berinisial NS dan adik korban inisial K.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved