Kamis, 16 April 2026

Papua Terkini

Dionisius Deda: Buang Ludah Pinang Sembarang Itu Bukan Budaya Orang Papua

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak meludah pinang pada tempatnya masih terlihat jelas di beberapa pelosok Kota Jayapura.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Tampak bercak bekas ludah pinang di Jembatan Youtefa. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak meludah pinang pada tempatnya masih terlihat jelas di beberapa pelosok Kota Jayapura.

Bercak bekas ludah pinang ini juga bisa terlihat, di sepanjang Jembatan Youtefa, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Berdasarkan Pantauan Tribun-Papua.com, Senin (18/10/2021) sore, tampak di sepanjang jalan, bahkan di bagian jembatan yang berwarna merah, terlihat bercak ludah pinang yang kemungkinan sudah berbulan-bulan. 

Baca juga: Beberkan Kunci Kemenangan Telak Persebaya atas Persipura, Aji Santoso: Tidak Usah Terburu-buru

Sekadar diketahui, Jembatan Youtefa merupakan salah satu ikon di Kota Jayapura, yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung.

Adapun setiap pengunjung yang melewati jembatan tersebut singgah guna swafoto.

Namun, kemegahan jembatan Youtefa di Kotori oleh segelintir warga, yang tidak paham terhadap bagaimana membuang ludah pinang.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Distrik Abepura Dionisius Deda mengatakan budaya makan buah pinang itu memang ciri khas orang Papua, namun membuang ludah pinang sembarangan itu bukan budaya yang harus dijaga.

Baca juga: Berkurangnya Cabor Peparnas XVI Papua: Tak Ada Voli Duduk

"Buang ludah pinang di sembarang tempat itu bukan budaya, jadi ya harus sediakan tempat sendiri seperti kantong plastik atau botol begitu," kata Kadistrik. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved