Pendulang Emas Liar di Mimika Kena Rekoset Akan Dirujuk ke Jakarta
Kali Kabur adalah wilayah bantaran sungai yang hulunya pegunungan Bintang dan bermuara di Portsite, pelabuhan khusus Freeport di Timika.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Thamzil Thahir
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA — Warga Pegunungan Intan Jaya, Papua, Diolame Mom (35 tahun), terluka setelah terpapar peluru nyasar aparat (rekoset), Sabtu (16/10/2021).
Diolame terkena rekoset menyusul insiden pemblokadean jalan Mile 72 oleh pendulang emas liar di wilayah Mimika.
Hingga Senin (18/10), Diolame masih dirawat di ICU Rumah Sakit Tembagapura.
Tim Medis merawat luka tembak di bagian dada.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tembagapura Inspektur Polisi Satu (Iptu) Manase Sayori, Minggu (17/10) mengkonfirmasikan insiden ini.
Sejauh ini, insiden dan aksi protes sudah terkendali.
Protes dan emosi warga mulai mereda.
Kapolsek membenarkan pihak keluarga masih meminta tanggungjawab aparat.
Sejauh ini, mengangkat proyektil di rongga jantung jadi pilihan.
”Keluarga minta dikembalikan dalam kondisi pulih dan sehat.”
Rencananya korban akan dirujuk ke Jakarta.
Insiden sekitar pukul 12.00 Wit, Sabtu (16/10/2021) siang.
Insiden terjadi di area Kali Kabur, Mile 72, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.
Kali Kabur adalah wilayah bantaran sungai yang hulunya pegunungan Bintang dan bermuara di Portsite, pelabuhan khusus Freeport di Timika.
Kali Kabur masih di distrik berjarak sekitar 72 km sebelah utara Timika, ibukota kabupaten Mimika.
Ini masih masuk kawasan tambang emas di tengah Papua, bersama Intan dan Puncak Jaya.
Lelaki Diolame adalah satu dari sekitar 50 pendulang emas tradisional di area tambang emas Freeport.
Diolame tercatat warga Distrik Jita, Kampung Tsinga Bebilawak, Kabupaten Mimika.
Dicatat dia lahir 17 Juni 1986.
Sejauh ini, rekoset dikabarkan dari senjata organik milik aparat.
Belum konfirmasi resmi apakah pelurunya dari senjata TNI/Polri.
Hingga Minggu (17/10), Diolame masih dirawat di gawat darurat (ICU) Rumah Sakit Tembaga Pura.
Tim Medis merawat luka tembak di bagian dada.
Serpihan proyektil bersarang di rongga jantung.
RS ini berada Distrik Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Papua, sekitar 10 km dari lokasi kejadian.
Diolame dilaporkan dalam kondisi sadar.
Hingga Senin (18/10), Diolame masih ditangani tim dokter RS Tembagapura.
Peluru nyasar bermula saat patroli rutin aparat gabungan TNI-Polri, dan pengamanan internal PT Freeport Indonesia.
Pemeriksaan (sweeping) fokus ke warga nonkaryawan.
Pendulang emas tradisional, kelompok Diolame terjaring sweeping.
Sayangnya, saat sweeping terjadi kesalapahaman.
Sekira pukul 09.00-17.20 WIT, kelompok pendulang emosional.
Aksi diikuti sekitar 50 warga asli Papua, non-karyawan.
Insiden pengrusakan bermula saat pendulang dari sejumlah daerah di Papua, ini tahu Diolame, terkena rekoset.
Informasi simpang siur yang diperoleh, Diolame terkena tembakan.
Kelompok pendulang pun memblokade jalan.
Ban bekas ditumpuk lalu dibakar di badan jalan.
Kendaraan operasional dan fasilitas Pt Freeport Indonesia pun dirusak.
Iptu Manase Sayori, Kapolsek Tembagapura Minggu (17/10) mengkonfirmasikan insiden ini.
Dia membenarkan pihak keluarga meminta tanggungjawab aparat.
Rencananya korban akan dirujuk ke Jakarta.
Diolame akan menjalani operasi mengangkat proyektil di rongga jantungnya.
”Keluarga minta dikembalikan dalam kondisi pulih dan sehat.” (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mile_72_mimika_16102021.jpg)