Breaking News:

Pernah Mencekam saat Aparat Gerebek KKB, Sekolah di Yapen Timur Kembali Berjalan

Markas Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Fernando Worabai digerebek oleh aparat keamanan 5 Agustus 2021 lalu.

Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya
Prajurit TNI tengah berkonsentrasi saat melakukan pengintaian di Papua 

TRIBUN-PAPUA.COM, SERUI – Markas Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Fernando Worabai digerebek oleh aparat keamanan 5 Agustus 2021 lalu.

Pasca-penggerebakan  tersebut, akhirnya ativitas belajar mengajar di Kampung Sasawa, Distrik Yapen Timur kembali berjalan.

Hal tersebut diungkapkan guru SMP 1 Atap Kampung Sasawa, Petrus Ayomi ketika di wawancarai, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Curhat Nakes Korban KKB di Papua: Kami Ingin Bertemu Keluarga dan Mengurangi Trauma

Meski belajar mengajar telah berjalan normal belakangan ini namun para siswa masih merasa takut.

“Sebanyak 30 orang satu kelas yang datang hanya 11 bahkan kadang tidak ada, karena semuanya masih takut,” kata Petrus.

Hal serupa pun diutarakan Guru SD Impres Sasawa, Yendi Warinusy, dimana murid sebagian besar masih enggan untuk pergi kesekolah.

“Mereka (murid) masih takut, karena saat kejadian itu masih proses belajar mengajar,” ujar Yendi.

Ia pun mengisahkan, dimana saat itu sedang berlangsung proses belajar, tiba-tiba aparat dengan senjata lengkap datang dan warga mulai berhamburan.

“Jadi ada 5 kali tembakan, murid semuanya lari ke pantai dan bersembunyi, bahkan ada guru yang ketakutan dan terbentur lalu luka,” katanya.

Untuk itu, ia cukup memberikan apresiasi kepada Komnas HAM yang mau melakukan trauma healing bagi anak-anak dan wanita.

“Ini penting agar tidak menggangung mental anak didik saya,” tegasnya.

(Tribun-Papua.com, Ridwan Abubakar)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved