Polemik Sekda
FPPD : Pemilihan Sekda Papua Bukan Jabatan Politik
Forum Peduli Pembangunan Demokrasi Papua (FPPD) menyebut pihak-pihak yang mengambil kesempatan guna mencari cela dalam pemilihan sekda Provinsi Papua
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Forum Peduli Pembangunan Demokrasi Papua (FPPD) menyebut pihak-pihak yang mengambil kesempatan guna mencari cela dalam pemilihan sekda Provinsi Papua.
Ketua FPPD Papua Panji Agung Mangkunegoro mengatakan, kursi sekda bukan jabatan Politik.
Baca juga: Hadapi Persik Kediri, Persipura Tanpa Israel Wamiau? Berikut Link Siarannya
"Saya tekankan, jangan jadikan kursi sekda sebagai jabatan politik," kata Panji kepada awak media, Kamis (21/10/2021) di Kotaraja, Kota Jayapura.
Dia mengatakan, melihat perjalanan pelantikan sekda yang berbelit-belit, ditambah beberapa pihak menyatakan bahwa keputusan Presiden (kepres) palsu, mereka kecam dengan tegas oknum tersebut.
Baca juga: Analisa Pelatih Persipura soal Pemain Persik Kediri: Mereka Pemain yang Bisa Merepotkan Kami
"Hari ini ada pihak yang menyatakan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh mendagri itu palsu. Saya sampaikan kepada Saudara kristian Arebo harus membuktikan atas dasar statmen anda sendiri,"ujarnya.
Lanjut Panji, jangan membuat gaduh dengan statmen lain, seakan-akan pemilihan sekda kemarin oleh Gubernur Lukas Enembe tidak sah.
Baca juga: Ruas Jalan Lubang dan Becek, Pengemudi Kendaraan Pilih Gunakan Bahu Jalan
"Sekda sudah final sesuai kepres, tidak ada lagi pergujingan. Jika ada pihak-pihak dibelakang kristian Arebo yang ingin maju menjadi pejabat, silahkan tunggu tahun 2024,"katanya.
Sementara itu, Perwakilan Pemuda Adat Papua, Benyamin Gurik mengecam pernyataan sepihak dari Yan Kristian arebo.
"Kristian arebo sudah berulang kali membuat polemik di Papua. Kami sebagai pemuda asli Papua mengecam pernyataan beliau," ujarnya.
Baca juga: Link Live Streaming Persipura Jayapura Vs Persik Kediri di Liga 1: Hari Ini, Kamis 21 Oktober 2021
Gurik menegaskan, Kristian Arebo segera menghentikan polemik terkait jalan pemerintahan di tanah Papua.
"Dia sudah berulang kali lakukan pernyataan yang timbulkan polemik, oleh sebab itu kami mengecam keras kristian Arebo segera berhenti," tambah dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/forum-peduli-pembangunan-1.jpg)