Rabu, 15 April 2026

Peparnas XVI Papua

Mengenal Hara dan Wara, Maskot Peparnas XVI Papua

Alasan pemilihan Kasuari karena terdapat di seluruh hutan Papua, itu dibuktikan dengan adanya nama Kasuari dalam penyebutan masyarakat Papua.

Ilustrasi Tribun-Papua.com
Ilustrasi Tribun-Papua.com: Maskot Peparnas XVI Papua 2021. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Hara dan Wara menjadi maskot Peparnas XVI Papua 2021.

Dikutip dari postingan facebook Pelatnas Npci. Kamis (21/10/2021), menyebut Hara dan Wara merupakan dua burung Kasuari jantan dan betina, di mana Hara adalah jantan, dan Wara betina.

Sementara, burung Kasuari sendiri merupakan satwa khas yang dapat dijumpai di kawasan hutan Papua

Alasan pemilihan Kasuari karena terdapat di seluruh hutan Papua, itu dibuktikan dengan adanya nama Kasuari dalam penyebutan masyarakat Papua.

Penjelasan selanjutnya, dimuat dalam www.papua.go.id soal Logo, Maskot, Tagline Dan Jingle Peparnas XVI 2021 Resmi Dirilis

Dari banyaknya budaya dan bahasa lokal di Papua, maka nama maskot tersebut dipilih dari bahasa Tobati di Kota Jayapura dan Augangge dari bahasa Kampung Asey, Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Seminggu PON XX Papua Usai, Sampah Nasi Basi Masih Hiasi Markas Persipura Jayapura

Dua daerah ini merupakan lokasi penyelenggaraan Peparnas XVI Papua sejak 2 hingga 15 November mendatang.

Dari kedua bahasa daerah tersebut, maka diramu menjadi dua nama yaitu Hara yang berwarna coklat dan Wara berwarna kuning, karena memiliki arti dalam penyebutannya yaitu Hara kasuari Jantan, dan Wara kasuari betina.

Kedua maskot ini mengenakan tas tradisional asli Papua yang bernama Noken di dada mereka dengan memiliki arti terhadap nilai sosial dan ekonomi masyarakat.

Selain itu ada juga tali merah yang menjuntai leher Wara yaitu lambang Internasional Paralympic Comite (IPC).

Baca juga: Kisah Kontroversial Amir Sjarifuddin, Dihukum Mati Atas Peristiwa Madiun 1948

Perlu diketahui, maskot Peparnas XVI 2021 ini, resmi dilauncing oleh Panitia Besar Pekan Paralimpik Nasional (PB Peparnas XVI) pada 27 November 2020, di halaman Kantor Gubernur Papua oleh Doren Wakerkwa, selaku ketua Harian PB Peparnas XVI Papua.

Doren mengatakan, logo, maskot, tema, tagline dan jinggle tersebut digunakan karena memiliki arti tersendiri dan saling keterkaitan dengan budaya Papua.

“Logo, maskot, tema tagline dan jingle ini mempunyai keterkaitan dengan adat dan budaya orang Papua,” kata Doren saat itu. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved