Persipura
Jenderal Lapangan yang Terancam Turun Kasta Itu Bernama Persipura
Mutiara Hitam kini harus duduk diperingkat 16 dan tergabung dalam zona degradasi.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Tak hanya klaim. Memang dahulu Persipura Jayapura merupakan klub yang paling ditakuti di tiap liga sepak bola Indonesia.
Klub berjuluk Mutiara Hitam itu merupakan tim dengan gemilang prestasi sepanjang sejarah Liga Indonesia.
Empat bintang di logo Persipura sudah sangat menggambarkan bagaimana prestasi klub kebanggaan masyarakat Papua itu di kanca domestik.
Bukan hanya menjadi satu-satunya klub dengan torehan juara terbanyak dalam sejarah Liga Indonesia, Persipura juga merupakan perwakilian terbaik di kanca Internasional.
Turnamen AFC Cup 2014 setidaknya telah menjadi saksi superiornya taktik Jacksen F Tiago dalam meramu Mutiara Hitam.
Baca juga: Persipura Resmi Masuk Zona Degradasi, Jacksen F Tiago: Saya Pasti Ambil Tindakan
Bangsa Indonesia patut berbangga, berkat kerja keras anak-anak Papua, Persipura jadi tim pertama dalam sejarah yang berhasil menembus partai semifinal.
Bahkan, Kuwait FC selaku juara bertahan turnamen kasta kedua benua Asia itu berhasil dibantai 6-1 oleh permainan cantik Mutiara Hitam di Stadion Mandala, Kota Jayapura.
Saat itu, tak ada satupun tim atau pendukung kesebelasan lain di Indonesia yang berani mengejek-ejek skuad dari Bumi Cenderawasih.
Segan, seluruh pecinta sepakbola Tanah Air menaruh hormat begitu tinggi pada klub bernama Persipura Jayapura.
Tak ada satupun pemberitaan negatif soal Persipura Jayapura pada 10 tahun terakhir.
Baca juga: DN Aidit dan Jejak Pikiran Sang Ketua PKI, Wawancara 1964
Trend positif Persipura Jayapura setidaknya terekam sejak Ian Lois Kabes dan kawan-kawan meraih gelar juara pertama Liga Indonesia pada tahun 2005.
Bermain dihadapan puluhan ribu pendukung Persija Jakarta, Mutiara Hitam berhasil menghancurkan harapan Macan Kemayoran pada partai final dengan skor akhir 3-2.
Usai prestasi membanggakan itu, masyarakat Papua benar-benar menaruh harapan penuh pada klub dengan jersey merah hitam.
Bahkan, Persipura dicap sebagai harkat dan martabat orang asli Papua.
Bak gayung bersambut, Mutiara Hitam terus menuai hasil positif apalagi setelah bertemu dengan Jacksen F Tiago pada tahun 2008.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/persipura_persita_.jpg)